BERITA TERKINI
War Takjil 2026: Dari Perebutan Menu Buka hingga Ruang Interaksi Lintas Agama

War Takjil 2026: Dari Perebutan Menu Buka hingga Ruang Interaksi Lintas Agama

Jarum jam baru menunjukkan pukul 16.15 WIB, namun trotoar di pusat-pusat kuliner Jakarta hingga pelosok daerah sudah dipadati warga yang berburu takjil. Suasana menjelang waktu berbuka berubah menjadi keramaian khas: aroma bakwan jagung yang baru diangkat dari kuali bercampur dengan wangi manis kolak pisang yang mengepul. Pada 2026, fenomena “War Takjil” disebut masih berlangsung kuat, meski tren diet rendah karbohidrat tengah populer. Di depan gerobak es buah, berbagai prinsip makan kerap tak lagi menjadi pertimbangan utama.

Fenomena ini dinilai tidak lagi sekadar keriuhan musiman, melainkan pergeseran budaya yang menarik dilihat dari sisi sosial dan ekonomi. Aktivitas berburu takjil menjelang buka puasa kini menjadi bagian dari rutinitas yang melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat, tidak terbatas pada satu komunitas saja.

Salah satu perubahan yang disorot adalah munculnya interaksi lintas agama di ruang-ruang penjualan takjil. Jika sebelumnya buka puasa lebih identik dengan ritual internal umat Muslim, “War Takjil” digambarkan berkembang menjadi ruang pertemuan sosial yang lebih luas. Penelitian yang disebut dalam Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital (2024/2025) menyatakan partisipasi aktif non-Muslim dalam berburu takjil dapat memunculkan apa yang disebut sebagai organic solidarity.

Di platform digital seperti TikTok dan Instagram, narasi inklusivitas ini turut menguat melalui konten jenaka tentang “perebutan” risol atau kebiasaan mengoleksi takjil oleh kawan-kawan non-Muslim sebelum pukul 16.00. Temuan tersebut disebut sejalan dengan studi dari Universitas Muhammadiyah Malang (2025) yang menyimpulkan interaksi semacam ini dapat memperkuat harmoni sosial dan moderasi beragama di Indonesia tanpa banyak jargon politik.

Dalam catatan yang sama, 2026 juga disebut membawa warna baru dalam menu takjil. Namun, data mengenai rincian dua kutub tren kuliner yang dimaksud belum dipaparkan lebih lanjut dalam materi yang tersedia.