Universitas Diponegoro (UNDIP) berpartisipasi dalam forum pendidikan tinggi internasional Asia-Pacific Association for International Education (APAIE) pada 23–27 Februari 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre. Kegiatan ini menjadi ajang bagi perguruan tinggi di kawasan Asia Pasifik dan berbagai negara untuk memperluas kolaborasi global melalui konferensi dan pameran.
Dalam gelaran APAIE 2026, lebih dari 600 institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara terlibat dalam rangkaian agenda yang mempertemukan pimpinan universitas, pengelola kantor urusan internasional, akademisi, hingga mitra industri pendidikan. Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain sesi diskusi, business matching, dan pertemuan bilateral yang berfokus pada penguatan kerja sama internasional.
Direktur Reputasi Kemitraan dan Konektivitas Global UNDIP, Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc. IPU, menyampaikan bahwa keikutsertaan UNDIP bertujuan mengembangkan jejaring kemitraan strategis dengan universitas dan lembaga pendidikan terkemuka dunia. Partisipasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pengelolaan sumber daya perguruan tinggi, serta mendorong peningkatan kinerja akademik di tingkat global.
Melalui pertemuan bilateral dan forum diskusi, delegasi UNDIP mempromosikan program unggulan, skema joint research, student exchange, double degree, serta peluang kolaborasi akademik lainnya. Upaya ini disebut mendukung strategi internasionalisasi UNDIP, termasuk penguatan student recruitment baik inbound maupun outbound, sekaligus memperluas eksposur global institusi.
Pada APAIE 2026, UNDIP hadir bersama 15 perguruan tinggi Indonesia dalam konsorsium Nationwide University Network in Indonesia (NUNI) melalui booth “Study in Indonesia”. Dalam kegiatan itu, UNDIP mencatat inisiasi kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi internasional, di antaranya Hallym University (Korea), Cergy Paris Universite (Prancis), Universiti Malaysia Pahang Al Sultan Abdullah (Malaysia), MAPUA University (Filipina), Rowan University (Amerika Serikat), Parchment, University of Pecs (Hungaria), University of Missouri (Amerika Serikat), Myongji University, ITMO (Rusia), Burapha University (Thailand), Akdeniz University (Turkiye), Mumbai Institute of Technology (India), serta Universite Paris Saclay (Prancis).
UNDIP menugaskan Direktorat Reputasi Kemitraan dan Konektivitas Global (DRKKG) sebagai exhibitor dalam ajang tersebut. Dari rangkaian pertemuan, UNDIP menyebut memperoleh sejumlah inisiasi kerja sama, antara lain pengiriman mahasiswa untuk program pertukaran, penyelenggaraan konferensi internasional bersama, riset kolaboratif, serta program visiting lecturer.
UNDIP menilai partisipasi dalam APAIE 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat transformasi menuju World Class University (WCU). Menurut UNDIP, keterlibatan dalam forum internasional tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga instrumen untuk mendorong capaian indikator internasionalisasi secara terukur dan berkelanjutan, sembari tetap menekankan riset yang menjawab persoalan nasional dan regional, inovasi yang berdampak pada pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat berbasis keilmuan, serta kolaborasi internasional yang menghasilkan dampak lokal.
Melalui perluasan jejaring dan kolaborasi lintas negara, UNDIP menyatakan optimistis dapat terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi serta daya saing lulusan di tingkat internasional.

