Gelombang penolakan terhadap rencana bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian Gaza terus menguat. Sejumlah tokoh, ulama, dan cendekiawan yang tergabung dalam Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) menyatakan sikap menolak keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut.
Ketua Umum DPP JATTI, Ustaz Bachtiar Nasir, menyampaikan bahwa dari sudut pandang hukum internasional, legalitas serta struktur kelembagaan BOP layak dipertanyakan. Ia menilai pemerintah Indonesia perlu meninjau ulang rencana tersebut secara menyeluruh sebelum mengambil langkah politik yang berpotensi membawa konsekuensi jangka panjang.
Menurut Bachtiar, penolakan yang disampaikan JATTI bukan sekadar respons emosional terhadap dinamika politik global. Ia menekankan sikap itu didasari kehati-hatian atas potensi implikasi hukum dan dampaknya terhadap kedaulatan negara.
Dalam pernyataannya, JATTI juga menyinggung bahwa BOP disebut diinisiasi oleh Donald Trump. Organisasi tersebut menegaskan penolakannya terhadap rencana keterlibatan Indonesia dalam forum itu.

