Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana menggelar acara “Betawi Night” sebagai upaya memperkenalkan budaya Betawi di tingkat internasional. Rencana ini disampaikan seiring agenda kunjungan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev ke Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
Pramono mengatakan gagasan “Betawi Night” muncul setelah dirinya menerima masukan dari Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan. Menurutnya, acara tersebut diusulkan untuk ditampilkan di hadapan pimpinan Indonesia, termasuk presiden, para menteri, serta Presiden Kazakhstan.
Ia menegaskan keinginannya agar budaya Betawi menjadi “jiwa” bagi Jakarta. Pramono menyebut, sejak menjabat sebagai gubernur, ia menerapkan penggunaan pakaian ujung serong dan kebaya encim pada hari pelantikan, menggantikan jas atau kebaya yang lazim digunakan dalam acara resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selain itu, Pramono menyatakan budaya Betawi perlu ditampilkan dalam berbagai kegiatan, baik formal maupun budaya. Ia juga menyampaikan harapannya agar tradisi Betawi dapat tampil di panggung-panggung dunia.
Dalam konteks pelestarian budaya, Pramono turut mengungkap rencana revitalisasi Museum MH Thamrin dengan anggaran sebesar Rp 15 miliar. Rencana tersebut, kata dia, muncul setelah melakukan kunjungan langsung ke museum itu beberapa waktu lalu.
Pramono menilai MH Thamrin memiliki peran besar dalam sejarah Jakarta dan masyarakat Betawi sehingga layak mendapatkan penghormatan yang lebih baik.

