Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan pentingnya jalur diplomasi dalam meredakan konflik yang melibatkan Iran. Sikap tersebut ia sampaikan dalam pembicaraan terpisah melalui sambungan telepon dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Dalam komunikasi dengan Mark Rutte, Erdogan menekankan bahwa diplomasi perlu diberi kesempatan guna mewujudkan perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah. Berdasarkan keterangan resmi Kepresidenan Turki, pembahasan turut mencakup agenda NATO serta perkembangan regional dan global terkini.
Ankara disebut terus memantau secara dekat dinamika konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Sementara itu, dalam pembicaraan dengan Kanselir Jerman, Erdogan menyoroti dampak eskalasi ketegangan yang dinilainya tidak hanya mengganggu stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan global. Ia kembali menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat segera kembali ke meja perundingan.

