Wakil Duta Besar Australia, Gita Kamath, melakukan kunjungan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 25–27 November 2025. Kunjungan ini menandai penguatan kerja sama Indonesia–Australia, dengan agenda yang mencakup pembangunan sektor kesehatan serta peningkatan upaya bersama dalam keamanan perbatasan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kamath bertemu Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Pertemuan ini sekaligus menandai dimulainya program Kemitraan Australia–Indonesia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di NTT. Program tersebut disebut dirancang untuk memperkuat sistem kesehatan daerah, meningkatkan gizi masyarakat, serta menekan angka stunting yang masih menjadi tantangan di provinsi itu.
Menurut penjelasan resmi, KITA SEHAT ditujukan untuk mendukung pembangunan sistem kesehatan yang inklusif dan tangguh, termasuk dalam mitigasi penyakit menular yang dinilai rentan muncul di wilayah kepulauan seperti NTT. Inisiatif ini juga ditegaskan sebagai bagian dari komitmen Australia dalam mendukung pembangunan di Indonesia Timur.
Selain agenda kesehatan, kunjungan Kamath turut menyoroti isu keamanan perbatasan dan kejahatan transnasional. Ia mengadakan pertemuan dengan sejumlah lembaga terkait, termasuk pihak yang menangani pengawasan perikanan, imigrasi, serta aparat penegak hukum, untuk membahas upaya bersama menekan penyelundupan, perdagangan manusia, dan aktivitas ilegal lintas batas.
Kamath juga menghadiri Lokakarya Ancaman di Kawasan Perbatasan yang diselenggarakan oleh Australian Border Force, Kepolisian Federal Australia, dan Departemen Dalam Negeri Australia. Lokakarya tersebut disebut menjadi bagian dari kolaborasi kedua negara dalam meningkatkan kapasitas keamanan regional, terutama di wilayah perbatasan laut yang berdekatan dengan Australia.
“Kemitraan adalah kunci untuk mengatasi masalah yang kita ketahui mempengaruhi kita semua. Melalui kerja sama erat dengan Indonesia dan Pemerintah NTT, kami bertujuan membangun masa depan yang lebih aman dan sejahtera bagi kawasan dan kedua negara kita,” ujar Kamath dalam pernyataannya.
Kunjungan ini dipandang sebagai sinyal penguatan dukungan Australia di NTT, wilayah yang dinilai memiliki posisi strategis dalam stabilitas kawasan dan jalur perbatasan. Sejumlah agenda yang dibawa dalam kunjungan tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan masyarakat di NTT.

