MANCHESTER — Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan komitmennya untuk terus memanfaatkan pengaruh yang ia miliki guna menyuarakan hak-hak para korban konflik dan kekerasan di berbagai belahan dunia.
Pernyataan itu disampaikan Guardiola dalam konferensi pers menjelang laga leg kedua semifinal Piala Liga melawan Newcastle United, Selasa (3/2/2026). Sebelumnya, pelatih asal Spanyol tersebut juga secara terbuka menunjukkan dukungan bagi anak-anak Palestina dalam sebuah konser amal di Barcelona.
Guardiola mengatakan, saat ini masyarakat memiliki akses informasi yang sangat jelas tentang berbagai krisis kemanusiaan yang terjadi. “Tidak pernah, sama sekali tidak pernah dalam sejarah umat manusia kita memiliki informasi di depan mata kita sejelas sekarang,” kata Guardiola kepada awak media, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (4/2/2026).
Ia memandang krisis kemanusiaan di Palestina, konflik antara Ukraina dan Rusia, hingga situasi di Sudan sebagai persoalan mendasar yang menyangkut kemanusiaan. “Apa yang terjadi di depan kita? Apakah kamu ingin melihatnya? Itu masalah kita sebagai manusia. Itu masalah kita,” ucapnya.
Mantan pelatih Barcelona itu juga menekankan pentingnya kerja kolektif masyarakat global untuk mendorong perubahan. Dalam kesempatan yang sama, Guardiola menyinggung tragedi penembakan fatal yang menimpa dua warga negara Amerika Serikat, Renee Good dan Alex Pretti, oleh agen imigrasi federal, yang disebutnya memicu gelombang protes besar di AS.
“Lihat apa yang terjadi di Amerika Serikat, Renee Good dan Alex Pretti tewas. Katakan padaku bagaimana kamu bisa membela hal itu,” tegas Guardiola.
Guardiola mengaku merasa terluka setiap kali melihat dokumentasi visual dari kekerasan yang terjadi di berbagai tempat. Menurut dia, hal itu menjadi salah satu alasan mengapa ia memilih untuk terus konsisten berbicara di ruang publik.
“Ketika saya melihat gambar-gambar itu, saya menyesal, itu menyakitkan,” tuturnya. “Itulah mengapa dalam setiap posisi yang memungkinkan saya untuk membantu menyuarakan perubahan demi terciptanya masyarakat yang lebih baik, saya akan mencoba dan akan selalu ada,” lanjutnya.
Lebih jauh, Guardiola menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari warisan bagi generasi mendatang. “Sepanjang waktu. Ini untuk anak-anak saya, keluarga saya, untuk Anda,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Guardiola menambahkan bahwa tidak ada tempat atau individu yang sempurna. Namun, ia menilai upaya untuk memperbaiki diri dan keadaan harus terus dilakukan. “Saya pun tidak sempurna, kita harus berusaha untuk menjadi lebih baik,” pungkasnya.

