Para pejabat dari Australia, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, dan Inggris membahas cara-cara untuk berkontribusi bagi keamanan regional di sela-sela pertemuan keamanan di Singapura, Jumat (31/5).
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menyebut pertemuan tersebut sebagai format kerja sama “minilateral” yang penting bagi Australia. Menurutnya, kepentingan nasional negara-negara yang terlibat adalah berkontribusi pada keamanan kolektif kawasan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Marles menekankan bahwa sentralitas ASEAN menjadi landasan bagi keamanan kolektif di kawasan. Ia juga menilai kerja sama minilateral seperti Pertemuan Para Menteri Pertahanan dalam kerangka Five Power Defence Arrangement (FPDA) memberikan kontribusi penting bagi keamanan kolektif regional.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik secara regional dan global, Menteri Pertahanan Selandia Baru Judith Collins menyampaikan pandangan serupa mengenai pentingnya interoperabilitas dengan para sekutu di kawasan Indo-Pasifik. Ia menambahkan bahwa Selandia Baru menyambut baik kesempatan untuk berkontribusi serta menjadi bagian dari latihan-latihan yang telah dan akan direncanakan.
Fokus Pembahasan
- Peningkatan interoperabilitas dan kerja sama dalam kerangka keamanan kolektif.
- Pembangunan kemampuan di bidang nonkonvensional, termasuk kontraterorisme.
- Penguatan keamanan maritim.
- Bantuan bencana dan dukungan kemanusiaan.
Pembahasan tersebut mencerminkan upaya negara-negara terkait untuk memperkuat kerja sama praktis di berbagai bidang keamanan, termasuk isu-isu nonkonvensional yang dinilai relevan bagi kawasan.

