Jakarta – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menyatakan komitmennya untuk memperkuat ekosistem bisnis dan investasi nasional dengan berpartisipasi sebagai sponsor Indonesia Economic Summit (IES) 2026 yang diselenggarakan Indonesian Business Council (IBC).
Keterlibatan OCBC disebut sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang membidik pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, dengan sektor swasta sebagai motor utama peningkatan investasi.
Head of Corporate Banking OCBC Suwano mengatakan, perbankan memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran arus pembiayaan dan investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Indonesia membutuhkan ekosistem keuangan yang solid untuk mendukung aktivitas bisnis dan investasi yang berkelanjutan. Melalui Indonesia Economic Summit, OCBC menegaskan komitmennya mendukung dunia usaha melalui solusi perbankan yang relevan dengan kebutuhan korporasi di tengah dinamika ekonomi global serta layanan inovatif yang mendukung transisi menuju ekonomi hijau,” ujar Suwano dalam keterangannya, Selasa, 10 Februari 2026.
Menurut Suwano, melalui lini Corporate Banking, OCBC menyediakan berbagai solusi pembiayaan bagi korporasi dan institusi, mulai dari pembiayaan modal kerja dan investasi, trade finance, cash management, hingga layanan treasury.
Perkuat konektivitas bisnis regional
OCBC juga mengandalkan kapabilitas cross-border banking melalui jaringan regional OCBC Group untuk mendukung transaksi dan ekspansi bisnis lintas negara, termasuk arus investasi internasional ke Indonesia.
Selain itu, OCBC memperkuat konektivitas bisnis regional melalui layanan China Business Office (CBO) serta inisiatif kolaboratif seperti ONe Connect Series yang mempertemukan pelaku industri, investor, dan mitra strategis dari dalam dan luar negeri. “Seluruh layanan tersebut dilengkapi dengan solusi digital perbankan korporasi yang terintegrasi untuk mendukung efisiensi dan keamanan transaksi nasabah,” kata Suwano.
Kinerja sepanjang 2025
Di sisi kinerja, OCBC mencatat laba bersih Rp5,1 triliun sepanjang 2025, tumbuh 4 persen dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba didorong kenaikan penyaluran kredit dan pendapatan operasional.
Realisasi kredit OCBC mencapai Rp173,4 triliun pada 2025 atau tumbuh 2 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kualitas kredit tercermin dari rasio non performing loan (NPL) gross yang terkendali di level 1,9 persen, dengan rasio pencadangan NPL 226,0 persen.
Pendapatan operasional perseroan tercatat tumbuh 10 persen yoy menjadi Rp13,1 triliun per Desember 2025. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 18 persen yoy menjadi Rp243,5 triliun per Desember 2025, lebih tinggi dibanding pertumbuhan industri perbankan nasional yang tercatat 10,4 persen yoy selama 2025 berdasarkan data Bank Indonesia (BI).
Pertumbuhan DPK ditopang kenaikan giro dan tabungan (CASA) sebesar 24 persen yoy menjadi Rp141,1 triliun. Dari sisi transformasi digital, total volume transaksi digital OCBC tumbuh 46 persen secara tahunan, seiring pertumbuhan jumlah pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking sebesar 13 persen yoy.
Untuk nasabah korporasi, pengguna aktif OCBC Business Mobile tumbuh 19 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi mencapai Rp1.500 triliun selama 2025.

