Surabaya — Ketidakpastian ekonomi global mendorong masyarakat mencari instrumen keuangan yang aman sekaligus mampu menyediakan dana cepat untuk kebutuhan mendesak. Di tengah situasi tersebut, layanan gadai kembali menjadi pilihan karena dinilai praktis dan tidak memerlukan prosedur panjang. Pegadaian menyebut layanan ini telah lama dimanfaatkan sebagai penopang likuiditas rumah tangga hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kecepatan pencairan dana menjadi salah satu alasan gadai tetap relevan lintas generasi. Kebutuhan mendadak—mulai dari tambahan modal harian bagi pedagang hingga biaya pendidikan—sering kali menuntut akses dana dalam waktu singkat, sementara pengajuan kredit pada umumnya membutuhkan proses persetujuan yang lebih lama.
Martini (33), pengusaha gerai teh di Surabaya yang juga ibu satu anak, mengaku terbantu karena telah berinvestasi emas sejak 2015. Ia menyebut kebiasaan membeli emas batangan dan menabung emas di Pegadaian membuatnya memiliki cadangan yang bisa digunakan ketika membutuhkan dana darurat.
“Dari 2015 saya mulai beli emas batangan saat ada rezeki berlebih, dan pelan-pelan nabung emas juga di Pegadaian. Kebiasaan ini berlanjut sampai saya menikah dan punya anak. Kalau butuh dana darurat saya bisa pakai emas yang saya punya untuk di gadai, dan saya lunasi lagi saat sudah punya uang. Saya dapat tetap memenuhi kebutuhan tanpa kehilangan investasi,” ujar Martini.
Martini juga mengatakan tidak menyangka nilai investasinya meningkat signifikan seiring kenaikan harga emas. Selain menghitung kebutuhan biaya sekolah anak, ia dan suaminya mulai mempertimbangkan rencana membuka satu gerai kecil lagi dengan memanfaatkan skema gadai emas yang dimiliki.
Di Pegadaian, masyarakat dapat menggadaikan aset seperti emas, perhiasan, hingga barang elektronik untuk memperoleh dana. Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyampaikan bahwa gadai menjadi produk andalan yang diharapkan membantu ekonomi masyarakat karena memungkinkan nasabah memperoleh dana dan melunasi di kemudian hari tanpa kehilangan aset.
“Gadai tentu menjadi produk andalan yang harapannya dapat membantu ekonomi masyarakat. Jika sedang butuh dana cair masyarakat dapat langsung menggadaikan harta benda yang dimiliki seperti emas, peralatan rumah tangga hingga barang elektronik, dan melunasi di kemudian hari, tanpa harus kehilangan harta yang dimiliki,” ujar Selfie.
Selfie menambahkan, layanan gadai di Pegadaian tersedia mulai dari pinjaman Rp 50.000 sebagai bentuk public service obligation sekaligus upaya memperluas layanan yang menjangkau berbagai kalangan. Dana tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun modal usaha bagi pelaku UMKM.
Dalam konteks UMKM, Pegadaian menilai persoalan klasik yang kerap muncul adalah akses modal kerja. Sejumlah pelaku usaha memanfaatkan skema gadai sebagai modal putar. Pegadaian juga menyelenggarakan program Gadai Peduli, yakni layanan gadai dengan bunga 0% atau bebas bunga, dengan pinjaman mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 2,5 juta.
Emas menjadi salah satu aset yang banyak dipilih karena dianggap memiliki nilai yang stabil dan bersifat likuid. Dengan menggadaikan emas, pelaku usaha dapat memperoleh modal tanpa harus menjual aset investasinya, lalu menebus kembali ketika usaha telah menghasilkan.
Seiring perkembangan teknologi, Pegadaian turut memperluas layanan melalui digitalisasi. Melalui aplikasi Tring!, proses gadai dapat diakses tanpa harus datang ke kantor cabang. Salah satu fitur yang ditawarkan adalah Gadai Tabungan Emas, yang memungkinkan nasabah menggadaikan saldo emas digital secara instan.
“Saat ini semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa emas adalah instrumen investasi yang aman, safe haven dan likuid, terlihat dari animo masyarakat dalam membeli emas, tidak hanya emas fisik, tapi juga dalam bentuk saldo Tabungan Emas. Di Pegadaian sendiri masyarakat dapat menabung, menggadai dan mendepositokan saldo emasnya dengan mudah, lebih hemat waktu, dimana saja dan kapan saja melalui aplikasi Tring!,” kata Selfie.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, menyatakan layanan gadai menjadi solusi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mendesak tanpa harus kehilangan aset berharga. Menurutnya, Pegadaian berupaya memberikan rasa aman melalui layanan yang mudah, cepat, dan transparan.
“Gadai membantu masyarakat tetap memiliki asetnya sekaligus memperoleh dana cepat untuk kebutuhan rumah tangga maupun modal usaha. Pegadaian hadir memberikan rasa aman melalui layanan yang mudah, cepat, dan transparan,” ujar Ahmad.
Pegadaian juga menilai digitalisasi memperluas akses layanan, termasuk bagi generasi muda, serta mendorong inklusi keuangan melalui akses pendanaan yang lebih mudah dijangkau. Selain itu, gadai disebut dapat menjadi sarana literasi keuangan karena nasabah berhadapan dengan penilaian aset, biaya sewa modal, dan jangka waktu pinjaman yang ditetapkan secara jelas.

