Miliarder sekaligus filantropis, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura dalam usia 86 tahun. Bambang Hartono dikenal sebagai pemilik perusahaan rokok Djarum dan pemegang saham utama Bank Central Asia (BCA).
Jenazah almarhum dijadwalkan diterbangkan ke Indonesia pada Jumat, 20 Maret 2026. Setelah itu, jenazah akan disemayamkan di beberapa lokasi sebelum dimakamkan di pemakaman keluarga di Jawa Tengah.
Di tengah kabar duka tersebut, perhatian juga tertuju pada latar belakang pendidikan Bambang Hartono. Ia diketahui merupakan alumnus Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB).
Pihak kampus turut menyampaikan belasungkawa melalui akun resmi Instagram @undip.official. Dalam pernyataannya, civitas academica Undip menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya salah satu alumni mereka, serta mengenang Bambang sebagai sosok yang bijaksana, penuh kebaikan, dan dinilai memberi kontribusi besar yang menginspirasi banyak pihak.
Perjalanan karier Bambang Hartono disebut bermula sejak masa kuliah di FEB Undip. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia melanjutkan bisnis keluarga dengan mengelola PT Djarum setelah ayahnya wafat pada 1963. Meski sempat menghadapi tantangan, termasuk kebakaran pabrik, ia kemudian membawa perusahaan tersebut berkembang menjadi salah satu industri rokok terbesar di Indonesia.
Salah satu tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya adalah pengambilalihan Bank Central Asia pascakrisis moneter Asia 1998. Di bawah kendali Grup Djarum melalui FarIndo Investments, BCA disebut bertransformasi dari bank yang hampir kolaps menjadi bank swasta terbesar dan paling bernilai di Indonesia. Strategi yang dijalankan Bambang bersama saudaranya antara lain berfokus pada efisiensi teknologi dan pelayanan nasabah.
Di luar bisnis, Bambang Hartono juga dikenal sebagai atlet bridge. Ia pernah mewakili Indonesia pada Asian Games 2018 dan meraih medali perunggu. Prestasi itu menjadikannya salah satu atlet tertua yang mampu meraih medali di kompetisi internasional.
Bambang Hartono juga kerap digambarkan sebagai pribadi yang rendah hati dan tidak menonjolkan gaya hidup glamor. Kontribusinya di bidang olahraga dan pendidikan turut menjadi bagian dari kiprahnya. Dalam peringatan 60 tahun FEB Undip, ia pernah menyampaikan orasi ilmiah mengenai pentingnya pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan revolusi industri 4.0.

