Konflik di Ukraina timur pertama kali pecah pada 2014, setelah seorang presiden yang dinilai pro-Rusia digulingkan dalam Revolusi Maidan di Ukraina. Dalam perkembangan berikutnya, Rusia mencaplok Crimea, sementara kelompok separatis yang didukung Moskow terlibat pertempuran melawan angkatan bersenjata Kyiv di wilayah timur Ukraina.
Menanggapi pertanyaan mengenai rangkaian peristiwa global pada Januari, termasuk terkait Venezuela, Greenland, dan sejumlah tempat lain, Dmitry Medvedev menilai situasi tersebut terlalu “berlebihan”.
Terkait Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang disebut sebagai sekutu Rusia, Medvedev menyatakan bahwa jika Donald Trump “dicuri” oleh kekuatan asing, maka Amerika Serikat akan melihatnya sebagai tindakan perang.
Medvedev juga menanggapi klaim negara-negara Barat mengenai ancaman Rusia atau China terhadap Greenland. Ia menyebutnya sebagai “kisah horor” palsu yang dibuat-buat oleh para pemimpin Barat untuk membenarkan perilaku mereka sendiri.

