BERITA TERKINI
Komandan Militer Iran Peringatkan Dampak Regional Jika Keamanan Iran Terancam

Komandan Militer Iran Peringatkan Dampak Regional Jika Keamanan Iran Terancam

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, memperingatkan bahwa keamanan kawasan akan ikut terancam apabila keamanan Iran diganggu. Pernyataan itu ia sampaikan kepada wartawan pada Rabu (19/2).

“Jika keamanan Iran terancam, maka keamanan seluruh kawasan Asia Barat Daya, para pencipta ketidakamanan, dan sekutu regional mereka akan terancam,” ujar Bagheri.

Bagheri juga menegaskan bahwa bila terjadi “kesalahan” dari pihak yang ia sebut sebagai musuh, maka keamanan Israel serta pihak-pihak yang terlibat dalam perlengkapan dan perencanaan operasionalnya akan berada dalam bahaya.

Terkait kesiapan pertahanan, Bagheri mengatakan pertahanan udara Iran berada pada tingkat kesiapan tertinggi. Ia menambahkan bahwa kerusakan kecil pada sistem pertahanan udara Iran telah sepenuhnya diperbaiki, merujuk pada serangan Israel terhadap sistem pertahanan udara Iran pada Oktober lalu.

Bagheri turut menyoroti perkembangan kemampuan militer Iran. Ia menyatakan produksi rudal Iran terus berjalan tanpa gangguan, dengan kuantitas dan kualitas yang disebutnya sangat tinggi.

Secara terpisah, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), pada Selasa menyebut Operasi “True Promise III” pasti akan terjadi. Ia merujuk pada rangkaian operasi balasan Iran yang sebelumnya disebut “True Promise I” dan “True Promise II”.

“Sama seperti True Promise I dan II yang terpenuhi, True Promise III pasti akan terpenuhi,” kata Hajizadeh. Ia menambahkan bahwa hal itu merupakan tuntutan rakyat dan tidak akan dilupakan.

Hajizadeh juga memperingatkan agar pihak lawan tidak menargetkan fasilitas nuklir Iran. Menurutnya, jika itu terjadi, akan muncul “kebakaran” di kawasan dengan dimensi dan cakupan yang tidak dapat dihitung. Ia menilai musuh Iran tidak berani melancarkan serangan terhadap negara tersebut.

Ia menegaskan Iran tidak “rentan” secara militer. Hajizadeh menyebut dalam pengembangan pesawat nirawak, Iran telah melampaui tahap peniruan dan kini desainnya ditiru serta dijadikan model oleh negara lain.

Dalam perkembangan sebelumnya, setelah dua operasi balasan Iran, pesawat tempur Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap instalasi militer Iran di provinsi Tehran, Khuzestan, dan Ilam pada 26 Oktober, dengan menggunakan wilayah udara yang dikontrol AS di Irak.

Iran menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat serangan tersebut sehingga kerusakan terbatas pada lokasi radar. Namun, lima orang dilaporkan tewas, terdiri dari empat perwira militer dan satu warga sipil.