JAKARTA. Perkembangan konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan aliran energi global, menyusul laporan bahwa Selat Hormuz—jalur transit vital bagi minyak dan gas dari Teluk Persia menuju laut lepas—praktis tertutup setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam perkembangan terbaru, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu malam (28/2).
Konflik disebut telah menyebar ke setengah lusin negara di kawasan Timur Tengah. Situasi ini meningkatkan risiko terhadap kelancaran distribusi energi, mengingat peran Selat Hormuz sebagai salah satu rute utama pengiriman minyak dan gas dunia.

