Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan China, mulai mengevakuasi staf kedutaan mereka di Timur Tengah di tengah kekhawatiran meningkatnya risiko konflik regional. Langkah ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan pesimistis mengenai jalur diplomasi untuk mencegah serangan udara terhadap Iran.
Berbicara kepada wartawan di Texas pada Jumat (27/2), Trump mengatakan dirinya tidak puas dengan proses negosiasi yang sedang berlangsung. “Saya tidak senang dengan negosiasi ini,” ujarnya. “Kami sedang bernegosiasi sekarang, tetapi mereka tidak memberikan jawaban yang tepat.”
Ketika ditanya seberapa dekat dirinya dengan keputusan untuk meluncurkan serangan militer, Trump menjawab singkat, “Saya lebih baik tidak mengatakannya kepada Anda.”
Masih pada Jumat pagi, Amerika Serikat mengizinkan staf non-darurat di kedutaannya di Yerusalem untuk meninggalkan Israel. Kebijakan itu diambil karena Israel dinilai sangat rentan terhadap serangan balasan Iran apabila terlibat dalam serangan Amerika Serikat.

