Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat kembali memanas dan memicu perubahan sentimen di pasar keuangan global. Kondisi ini mendorong pola risk off, ketika pelaku pasar cenderung mengurangi aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian, harga emas dan minyak tercatat melambung. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguji area support di level 8.133.
Analisis tersebut dirangkum dari pandangan Hendra Wardana, Founder Republik Investor, yang menyoroti dampak dinamika geopolitik terhadap pasar Indonesia sekaligus peluang yang dapat muncul di sektor komoditas.
Dalam pembahasannya, perhatian turut diarahkan pada perkembangan pasar energi serta posisi Selat Hormuz yang dinilai menjadi titik kritis. Selain itu, isu inflasi global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral juga disebut sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar ke depan.
Dari sisi strategi investasi, disampaikan pula sejumlah saham yang disebut sebagai referensi, yakni MDKA, ANTM, ELSA, ENRG, AKRA, dan SOCI, beserta pendekatan praktis bagi investor ritel dengan profil agresif maupun konservatif.

