BERITA TERKINI
Kemhan Gelar FGD Bahas Keamanan Regional dan Dinamika AUKUS-QUAD

Kemhan Gelar FGD Bahas Keamanan Regional dan Dinamika AUKUS-QUAD

Jakarta — Kepala Badan Instalasi Strategis Pertahanan (Bainstrahan) Kementerian Pertahanan RI, Mayor Jenderal TNI Yudi Abrimantyo, membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Keamanan Regional: AUKUS and QUAD” di Gedung Urip Sumohardjo, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (11/10).

Dalam sambutannya, Yudi menjelaskan AUKUS merupakan pakta pertahanan yang dibentuk Amerika Serikat, Inggris, dan Australia di tengah potensi konflik di Laut China Selatan. Pakta ini menyita perhatian internasional karena memungkinkan berbagi teknologi kapal selam bertenaga nuklir di antara ketiga negara.

Ia juga menyoroti forum quadrilateral atau QUAD yang melibatkan Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan India. Menurutnya, pembentukan QUAD dalam dasawarsa terakhir menunjukkan keseriusan AS dalam menghadapi kebangkitan Tiongkok.

Isu yang Mengemuka

Yudi menyebut dinamika AUKUS dan QUAD memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait penggunaan teknologi nuklir, potensi konflik dengan Tiongkok, serta risiko yang ditimbulkan baik secara ekonomi maupun lingkungan hidup. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi, termasuk melalui regulasi internasional, kerja sama antarnegara, dan diplomasi.

Selain itu, ia menyinggung perlunya mengantisipasi risiko pada jalur perdagangan dan pelayaran yang berada di wilayah Indonesia.

“Potensi konflik antara AS dan Tiongkok yang berada sangat dekat dengan letak geografis Indonesia juga sangat memungkinkan membawa dampak negatif terhadap keamanan dan kepentingan nasional Indonesia,” kata Yudi.

Tujuan FGD

Menurut Yudi, FGD ini digelar untuk meninjau secara komprehensif situasi geopolitik regional serta ancaman konflik yang melibatkan negara-negara besar. Kajian tersebut dinilai penting karena berpotensi menyeret dan berdampak pada Indonesia, sehingga perlu diantisipasi melalui kebijakan pertahanan dan diplomasi internasional.

Narasumber dan Peserta

FGD ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Luar Negeri RI yang diwakili Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Caka Alverdi Awal, narasumber dari KOMPAS Edna Caroline Pattisina, serta narasumber dari Binus University Curie Maharani Savitri, Ph.D. Kegiatan juga diikuti penanggap aktif dari 15 institusi kementerian dan lembaga, serta seluruh peserta FGD.