BERITA TERKINI
Kemenlu RI: Negosiator Andal Dibentuk Lewat Pengalaman, Bukan Lahir Begitu Saja

Kemenlu RI: Negosiator Andal Dibentuk Lewat Pengalaman, Bukan Lahir Begitu Saja

Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) menggelar kuliah umum untuk mata kuliah Hukum dan Perancangan Perjanjian Internasional pada Senin sore (2/11/2022). Dalam kegiatan tersebut, Deputi Direktur Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Royhan Nevy Wahab SH LLM, hadir sebagai narasumber dan membahas aspek teoritis serta praktis negosiasi perjanjian.

Royhan menjelaskan bahwa berdasarkan UU 24/2000, perjanjian internasional yang diratifikasi Indonesia harus mencerminkan kepentingan nasional. Ia menekankan bahwa dalam dinamika komunitas internasional, setiap negara maupun pihak terkait memiliki kepentingan masing-masing sehingga proses negosiasi diperlukan untuk mencari titik temu dari berbagai posisi yang berpotensi bertentangan.

Negosiasi dan peran negosiator dalam kebijakan

Menurut Royhan, kemampuan bernegosiasi tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk melalui pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Ia menilai negosiasi bukan sekadar perbincangan, tetapi memiliki peran penting dalam pembuatan kebijakan.

“Oleh karena itu, negosiator yang baik itu dibentuk melalui jam terbang yang tinggi, bukan lahir begitu saja. Negosiasi tak hanya sekadar perbincangan, mereka memiliki peran vital dalam pembuatan kebijakan. Kebijakan tersebut adalah isu-isu yang penting, seperti perekonomian, tata pemerintahan, atau hubungan internasional. Jadi perannya sangat penting,” ujar Royhan.

Prinsip CBAE dalam teknik negosiasi

Dalam pemaparannya, Royhan menyampaikan bahwa teknik negosiasi perjanjian perlu mengaplikasikan prinsip CBAE (Core, Basics, Approach, dan Elements).

  • Core: inti dan tujuan yang ingin dicapai dari perjanjian, termasuk kepentingan nasional yang hendak dinegosiasikan.
  • Basics: strategi dan taktik bernegosiasi dengan pihak lain, termasuk memperhatikan posisi pihak yang diajak berunding.
  • Approach: pendekatan yang digunakan dalam negosiasi, baik strategis, behavioral, maupun struktural.
  • Elements: elemen yang perlu diperhatikan selama proses negosiasi, seperti kepentingan lawan negosiasi, pihak yang diajak berunding, serta dampak dan alternatif yang mungkin muncul.

Tips menjadi negosiator yang andal

Di akhir kuliah umum, Royhan membagikan sejumlah kiat untuk meningkatkan kemampuan negosiasi. Ia menyebut pentingnya mencari titik temu antarpihak, memperbanyak relasi, mendengarkan keinginan dan kepentingan pihak lain dengan baik, serta berpikir kreatif.

Ia juga mengingatkan hal-hal yang perlu dihindari dalam negosiasi, antara lain membawa perasaan secara personal, memberikan sesuatu tanpa memperoleh timbal balik, membuat permintaan yang tidak masuk akal, serta terburu-buru dalam proses perundingan.