BERITA TERKINI
Kemenko Polkam Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Antisipasi Gejolak Indo-Pasifik

Kemenko Polkam Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Antisipasi Gejolak Indo-Pasifik

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadapi dinamika kawasan Indo-Pasifik yang kian kompleks dan berpotensi memengaruhi stabilitas nasional Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, saat membuka kegiatan “Kajian Publik tentang Kontijensi Konflik Regional yang Mempengaruhi Stabilitas Nasional” di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Purwito menjelaskan, Indo-Pasifik dalam beberapa tahun terakhir menjadi episentrum perhatian global. Ia menyinggung sejumlah faktor, mulai dari ketegangan di Laut Cina Selatan, konflik tradisional di Semenanjung Korea, hingga munculnya aliansi strategis seperti QUAD dan AUKUS. Menurutnya, perkembangan tersebut memperkuat struktur keamanan regional yang turut memengaruhi kepentingan nasional Indonesia.

“Situasi ini berimplikasi langsung pada jalur perdagangan laut, ekonomi, ketahanan energi, dan pangan Indonesia, dan 25 tahun ke depan, dinamika politik Indo-Pasifik sulit diprediksi secara pasti, sehingga berdampak signifikan bagi Indonesia,” kata Purwito.

Dalam kapasitasnya sebagai koordinator bidang politik dan keamanan, Kemenko Polkam menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian/lembaga, akademisi, hingga kelompok masyarakat. Purwito menyebut forum kajian publik ini diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, memetakan skenario konflik, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan aplikatif.

“Rekomendasi yang lahir dari kajian publik ini akan menjadi bekal penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pertahanan dan keamanan nasional ke depan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Mayjen TNI Dr. Oktaheru Ramsi selaku Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan; Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata S.Si., S.IP., M.T., M.Han., Guru Besar Fakultas Sosial dan Politik Universitas Padjadjaran; serta Dr. Klaus H. Raditio, akademisi.

Para narasumber membahas konstelasi geopolitik serta kepentingan negara-negara besar di kawasan Indo-Pasifik, isu keamanan tradisional dan security dilemma, serta keamanan nasional di Laut Cina Selatan dalam perspektif persaingan adidaya.

Melalui kajian ini, Kemenko Polkam berharap kewaspadaan nasional dapat diperkuat dalam menghadapi ancaman militer, non-militer, maupun hibrida, sekaligus menjadi momentum untuk memperkokoh peran Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.