Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace menyebut sejumlah potensi konflik di berbagai kawasan dunia dapat memicu kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga. Pernyataan itu disampaikan Ace seusai Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi pembicara dalam kuliah umum mengenai kondisi geopolitik di Ruang Dwi Warna Purwa, Gedung Pancagatra, Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2026.
Menurut Ace, SBY menilai tanda-tanda eskalasi di beberapa wilayah sudah terlihat nyata. “Beliau (SBY) menyebutkan kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga karena beberapa potensi konflik di kawasan tertentu sudah terlihat sangat nyata,” ujar Ace.
Ace menjelaskan, sejumlah kawasan yang dinilai memiliki risiko peningkatan konflik signifikan antara lain Laut China Selatan, Semenanjung Korea, serta ketegangan antara China dan Taiwan. Selain itu, konflik di Eropa antara Rusia dan Ukraina juga disebut sebagai sumber instabilitas global.
Di Timur Tengah, Ace menyebut konflik yang melibatkan Palestina dan Israel, serta ketegangan Israel dan Iran, turut menjadi faktor yang dapat memperburuk situasi keamanan internasional. “Potensi konflik di tiga kawasan tersebut dapat melahirkan kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga,” kata Ace.
Ia menekankan, pesan utama yang disampaikan SBY adalah pentingnya peran aktif Indonesia dalam mendorong diplomasi internasional, terutama dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia.
Menurut Ace, langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga dinilai berpengaruh terhadap penguatan kemandirian ekonomi, ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

