Jakarta – Gerakan Muda Untuk Rakyat (GEMURA) menyalurkan 100 paket beras kepada masyarakat di kawasan Tomang, Jakarta Barat, melalui program “Berbagi Kebahagiaan”. Kegiatan ini dilakukan di tengah kenaikan harga pangan, khususnya beras, yang kian dirasakan masyarakat.
GEMURA menyebut langkah tersebut sebagai respons terhadap tekanan ekonomi yang berdampak pada kelompok menengah ke bawah. Kenaikan harga beras dinilai tidak lagi sekadar angka, tetapi menjadi beban nyata bagi kebutuhan rumah tangga. Dalam pemberitaan ini, situasi tersebut dikaitkan dengan sejumlah faktor global, seperti gangguan rantai pasok, gejolak geopolitik, serta fluktuasi harga energi.
Kegiatan sosial ini melibatkan Remaja Islam Nurul Hasanah dan didukung relawan EMUD Emak-Emak Muda serta mitra SJE Cargo. Kolaborasi lintas komunitas tersebut ditujukan agar bantuan dapat tersalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan.
Koordinator Presidium DPP GEMURA, Rajih Musaad, mengatakan program ini bukan sekadar kegiatan simbolis. “Hari ini kita tidak bicara soal angka pertumbuhan ekonomi, tapi soal dapur yang harus tetap mengepul. Ketika harga kebutuhan pokok naik dan daya beli tertekan, solidaritas sosial bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” ujarnya.
Rajih juga menekankan peran generasi muda dalam merespons dampak krisis global terhadap kehidupan masyarakat. “Ketidakpastian global itu nyata, tapi respons kita juga harus nyata. Anak muda tidak boleh hanya jadi penonton—harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Melalui program ini, GEMURA berharap dapat mendorong gerakan sosial yang lebih luas sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari ketahanan sosial, di tengah kondisi ekonomi yang disebut belum sepenuhnya pulih. GEMURA menyatakan akan melanjutkan program-program yang ditujukan untuk memberi dampak langsung bagi masyarakat.

