Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah serangan besar pada akhir Februari 2026 yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Eskalasi militer terbuka ini memicu kekhawatiran global bahwa konflik dapat meluas ke kawasan yang lebih luas.
Menurut laporan, pada 28 Februari 2026 Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Iran. Israel menamai operasi tersebut Operation Lion's Roar, sementara Amerika Serikat menyebutnya Epic Fury.
Serangan itu disebut menyasar sejumlah target, termasuk fasilitas nuklir, komandan militer, serta kompleks Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Tehran. Selain ibu kota, kota lain seperti Isfahan dan Qom juga dilaporkan menjadi sasaran.
Ketegangan disebut telah meningkat sejak 2023, dipicu perang Gaza dan rangkaian serangan balasan. Dalam periode tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan strategi maximum pressure terhadap Iran.
Washington menuntut penghentian pengayaan uranium serta penghentian dukungan Iran terhadap kelompok proksi di kawasan. Serangan 28 Februari terjadi meski negosiasi nuklir tidak langsung di Oman dilaporkan hampir mencapai terobosan.
Serangan gabungan ini menjadi titik eskalasi terbaru yang memunculkan kekhawatiran internasional atas potensi konflik yang lebih luas, seiring meningkatnya keterlibatan langsung negara-negara kunci di kawasan.

