Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres membahas perkembangan terbaru terkait kesepakatan koridor gandum di Laut Hitam serta isu perang Rusia-Ukraina dalam percakapan telepon pada Kamis malam.
Direktorat Komunikasi Turki menyampaikan bahwa kedua pemimpin menyinggung situasi perang Rusia-Ukraina dan kelanjutan koridor gandum. Dalam pembicaraan itu, Erdogan menyatakan kepuasannya karena koridor gandum kembali dilanjutkan setelah berlangsungnya komunikasi diplomatik dengan Rusia dan Ukraina di tingkat tertinggi.
Menurut otoritas Turki, Erdogan juga menekankan perlunya fokus untuk memperpanjang durasi Perjanjian Istanbul. Sementara itu, Guterres menyampaikan terima kasih kepada Erdogan atas upaya yang dilakukan untuk memastikan dimulainya kembali koridor gandum.
Latar belakang kesepakatan
Rusia pada Sabtu sebelumnya mengumumkan akan menangguhkan partisipasinya dalam Inisiatif Butir Laut Hitam yang ditengahi PBB, menyusul serangan Ukraina terhadap kapal Armada Laut Hitam Rusia.
Turki, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani perjanjian pada 22 Juli di Istanbul untuk melanjutkan ekspor biji-bijian melalui Laut Hitam. Ekspor tersebut sempat terhenti setelah perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari.
Untuk mengawasi pengiriman, Pusat Koordinasi Gabungan dibentuk di Istanbul dengan melibatkan pejabat dari tiga negara serta PBB.

