BERITA TERKINI
Empat Tahun Invasi Rusia ke Ukraina: Zelensky Tegaskan Ketahanan Kyiv, Sekutu Nyatakan Dukungan

Empat Tahun Invasi Rusia ke Ukraina: Zelensky Tegaskan Ketahanan Kyiv, Sekutu Nyatakan Dukungan

Rabu, 25 Februari 2026 menandai empat tahun sejak Federasi Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina. Dalam momentum peringatan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin, menurutnya, gagal mencapai ambisi utama untuk menguasai Ukraina. Zelensky juga menyatakan komitmen Kyiv untuk mendorong perdamaian yang kuat dan abadi.

Dalam pidato pada 24 Februari 2026, Zelensky mengatakan rakyat Ukraina tetap tangguh menghadapi agresi. “Putin tidak mencapai tujuannya. Dia tidak mematahkan semangat rakyat Ukraina. Dia tidak memenangkan perang ini. Kami telah menjaga Ukraina, dan kami akan melakukan segalanya untuk mencapai perdamaian—dan memastikan adanya keadilan,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan AFP.

Invasi yang dimulai pada 24 Februari 2022 telah menyebabkan ratusan ribu korban jiwa dan menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Hingga kini, Rusia masih menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina, dengan fokus utama pada upaya penguasaan penuh wilayah Donetsk di timur.

Pergerakan militer di garis depan terus berlangsung. Kedua belah pihak secara berkala melaporkan kemajuan maupun kemunduran taktis. Analisis mengenai dinamika di lapangan mengacu pada citra satelit serta pernyataan resmi kementerian pertahanan dari masing-masing negara.

Dari sisi Kyiv, Ukraina menyatakan kesiapan untuk mengakhiri konflik, tetapi menegaskan bahwa setiap kesepakatan tidak boleh mengorbankan kedaulatan dan harga diri rakyatnya. Zelensky kembali menekankan perlunya perdamaian yang “kuat, bermartabat, dan abadi,” serta menyatakan bahwa perjanjian apa pun harus dapat diterima oleh rakyat Ukraina.

Peringatan empat tahun invasi itu turut dihadiri sejumlah pemimpin sekutu Ukraina di Kyiv, termasuk Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson. Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menegaskan dukungan finansial dan militer Eropa untuk Ukraina. “Kami tidak akan menyerah sampai perdamaian dipulihkan. Perdamaian berdasarkan syarat-syarat Ukraina,” tulis Von der Leyen melalui unggahan di media sosial.

Sementara itu, Moskwa tetap mempertahankan narasi bahwa aksi militernya bersifat defensif. Dalam upacara penghargaan “Hari Pembela Tanah Air” pada 23 Februari 2026, Putin mengeklaim pasukannya tengah mempertahankan perbatasan negara demi memastikan “paritas strategis” antar-kekuatan dunia, yang dikaitkan dengan ambisi Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

Putin berulang kali menyatakan akan terus mengejar tujuannya melalui kekuatan militer apabila upaya diplomasi tidak membuahkan hasil. Pernyataan tersebut mengindikasikan komitmen Rusia untuk tetap mengejar sasaran strategisnya di Ukraina meski menghadapi tekanan internasional.

Di jalur diplomasi, upaya yang didorong Amerika Serikat sejak tahun lalu belum mampu menghentikan pertempuran. Ukraina menolak tuntutan Rusia agar menyerahkan wilayah yang diduduki dan menegaskan tidak akan menandatangani kesepakatan tanpa jaminan keamanan dari sekutu guna mencegah invasi berulang di masa depan.

Dampak perang juga menekan kondisi ekonomi dan infrastruktur Ukraina. Laporan bersama Bank Dunia, Uni Eropa, dan PBB memperkirakan biaya pembangunan kembali Ukraina mencapai 588 miliar dollar AS dalam satu dekade ke depan. Serangan Rusia terhadap infrastruktur energi dilaporkan memutus aliran pemanas dan listrik bagi jutaan warga selama musim dingin, memperburuk krisis kemanusiaan.