BERITA TERKINI
Delegasi Saudi Temui Houthi di Sana’a, Oman Mediasi Upaya Akhiri Perang Yaman

Delegasi Saudi Temui Houthi di Sana’a, Oman Mediasi Upaya Akhiri Perang Yaman

Delegasi Arab Saudi yang dipimpin Duta Besar Saudi untuk Yaman, Mohammed bin Saeed al-Jaber, berada di Sana’a, Yaman, sejak Minggu (9/4/2023) untuk berunding dengan kelompok Houthi dalam upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir sembilan tahun. Perundingan tersebut dimediasi Oman.

Menurut laporan, al-Jaber bertemu Kepala Dewan Politik Tertinggi Houthi Mahdi al-Mashat di Istana Kepresidenan Sana’a. Kantor berita SABA yang dikelola Houthi menyebut delegasi Oman turut bergabung dalam pertemuan itu, setelah tiba lebih dulu pada Sabtu (8/4/2023). Dalam laporan tersebut, al-Mashat memuji peran Oman dalam menjembatani perbedaan di antara pihak-pihak yang bertikai untuk mewujudkan perdamaian di Yaman.

Dampak perang dan momentum diplomasi

Perang Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat sekitar 80 persen penduduk bergantung pada bantuan kemanusiaan dari luar. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya menyebut konflik ini sebagai “krisis kemanusiaan terburuk di dunia”.

Upaya perdamaian memperoleh momentum setelah Arab Saudi dan Iran sepakat memulihkan hubungan diplomatik dalam perundingan di Beijing yang dimediasi China pada 10 Maret 2023. Perang Yaman kerap dipandang sebagai salah satu konflik proksi antara Arab Saudi dan Iran.

Kelompok Houthi—yang disebut sebagai mitra aliansi Iran di Yaman—menggulingkan pemerintahan Yaman yang didukung Arab Saudi dan menguasai ibu kota Sana’a sejak akhir 2014, serta secara de facto mengontrol wilayah utara. Arab Saudi kemudian memulai serangan terhadap Houthi pada 2015 di bawah koalisi Arab yang dipimpinnya.

Agenda pembahasan perundingan

SABA melaporkan bahwa kedua pihak menegosiasikan penghentian permusuhan dan pencabutan blokade yang dipimpin Arab Saudi atas pelabuhan-pelabuhan di Yaman. Sejumlah sumber menyebut fokus pembicaraan mencakup beberapa isu utama:

  • pembukaan penuh pelabuhan-pelabuhan yang dikontrol Houthi dan bandara Sana’a;
  • pembayaran gaji pegawai pemerintah;
  • penyusunan kembali upaya dan kerangka waktu penarikan pasukan asing dari Yaman.

Melalui Twitter, pemimpin Houthi Mohammed al-Bukaiti menyatakan pejabat Arab Saudi dan Oman akan membahas “cara-cara mewujudkan perdamaian yang komprehensif dan bertahan di kawasan”. Ia juga menyebut perdamaian yang “terhormat” antara Houthi dan Arab Saudi akan menjadi “kemenangan kedua pihak”, serta mengimbau semua pihak menjaga atmosfer damai dan bersiap membuka lembaran baru.

Hingga saat ini, belum ada komentar dari Arab Saudi terkait pertemuan tersebut. Seorang pejabat Saudi yang tidak disebutkan identitasnya mengatakan lawatan ke Sana’a itu merupakan kunjungan kedua pada 2023.

Peran PBB dan sinyal kesepakatan gencatan senjata

Kepada Associated Press, Utusan PBB untuk Yaman Hans Grundberg menggambarkan upaya yang berlangsung di Sana’a sebagai momen terdekat bagi Yaman untuk mencapai kemajuan nyata menuju perdamaian yang bertahan lama sejak perang meletus. Ia menilai momen ini perlu ditangkap dan dibangun menjadi kesempatan untuk memulai proses politik yang inklusif di bawah dukungan PBB guna mengakhiri konflik.

Bulan lalu, Arab Saudi dan Houthi dilaporkan mencapai kesepakatan draf untuk mempertahankan gencatan senjata yang akan habis masa berlakunya pada Oktober mendatang. Menurut pejabat Saudi dan Yaman, draf itu dimaksudkan untuk membuka jalan menuju perundingan politik di Yaman yang akan difasilitasi PBB.

Seorang pejabat Yaman menyatakan Dewan Kepresidenan Yaman—pemerintahan yang diakui internasional—telah diberi tahu mengenai pertemuan Saudi-Houthi pada Kamis (6/4/2023) dan memberikan persetujuan awal atas draf kesepakatan tersebut.

Menteri Luar Negeri Yaman Ahmed Awad bin Mubarak mengatakan ada “sinyal-sinyal positif” bahwa kesepakatan gencatan senjata dapat diumumkan bersamaan dengan isu-isu kemanusiaan dan ekonomi lainnya. Namun, ia menekankan masih ada “sejumlah isu mendasar” yang harus diselesaikan pihak-pihak bertikai sebelum tercapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Pertukaran tahanan

Di tengah perkembangan perundingan, pejabat yang memimpin komite tahanan perang Houthi menyebut 13 tahanan yang dibebaskan Arab Saudi telah tiba di Sana’a pada Sabtu (8/4/2023) sebagai pertukaran untuk satu tahanan Arab Saudi. Setelah perundingan di Swiss bulan lalu yang dihadiri PBB dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Pemerintah Yaman dan Houthi sepakat untuk saling menukar 887 tahanan. Pejabat Houthi Abdul Qader al-Mortada mengatakan 13 orang tersebut merupakan bagian dari kesepakatan di Swiss.

Analisis pengamat

Pakar Yaman dari International Crisis Group, Ahmed Nagi, menilai pemulihan hubungan diplomatik Arab Saudi-Iran turut mendorong negosiasi antara Arab Saudi dan Houthi. Sementara itu, analis Arab Saudi Hesham Alghannam menyebut momentum diplomasi saat ini menunjukkan pemulihan hubungan kedua negara mulai menghasilkan dampak, seraya menilai kemajuan di Yaman merupakan prioritas Arab Saudi dan akan sulit bergerak cepat tanpa kerja sama Iran.