Dampak perang Iran dilaporkan meluas hingga memicu krisis energi global yang paling berat dirasakan oleh negara-negara miskin. Kenaikan tekanan pada pasokan dan harga energi memperbesar beban ekonomi, terutama bagi negara yang memiliki ruang fiskal terbatas dan ketergantungan tinggi pada impor energi.
Dalam situasi seperti ini, negara berpendapatan rendah menghadapi risiko berlapis, mulai dari kenaikan biaya transportasi dan produksi hingga melonjaknya harga kebutuhan pokok. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk inflasi dan menekan daya beli masyarakat.
Namun, rincian lebih lanjut mengenai perkembangan perang, indikator krisis energi yang dimaksud, serta data dampaknya terhadap negara-negara tertentu tidak tersedia dalam materi yang diberikan.

