Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara diplomasi parlemen dan diplomasi eksekutif di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks dan menantang.
Pernyataan tersebut disampaikan Syahrul usai Rapat Koordinasi BKSAP DPR RI dengan Kementerian Luar Negeri yang digelar di Ruang KK II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.
Rapat koordinasi itu dihadiri pimpinan dan anggota BKSAP, serta Wakil Menteri Luar Negeri bersama Sekretaris Jenderal dan jajaran Kementerian Luar Negeri. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan arah dan prioritas diplomasi Indonesia ke depan, khususnya dalam memasuki agenda internasional 2026–2027.
Syahrul menjelaskan, koordinasi dilakukan untuk memperkuat kesinambungan antara langkah diplomasi pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan peran parlemen dalam berbagai forum antarparlemen internasional. Menurutnya, pembahasan difokuskan pada upaya menyinergikan diplomasi eksekutif dengan diplomasi parlemen.
“Kita berdiskusi tentang langkah-langkah diplomasi kita bersama, bagaimana diplomasi eksekutif yang dilakukan Kementerian Luar Negeri dapat disinergikan dengan diplomasi parlemen,” ujar Syahrul.

