Meski sebagian besar negara memiliki angkatan bersenjata untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan nasional, sejumlah negara memilih tidak membentuk pasukan militer tetap. Keputusan tersebut diambil dengan beragam pertimbangan, mulai dari sejarah politik, alasan ekonomi, hingga ketentuan konstitusi. Dalam praktiknya, kebutuhan keamanan mereka ditopang melalui kerja sama internasional, penguatan kepolisian, atau perlindungan dari negara lain.
Berdasarkan data World Population Review, berikut daftar 10 negara dan wilayah yang tidak memiliki pasukan militer tetap beserta cara mereka mengelola pertahanan:
1. Andorra
Negara kecil di Pegunungan Pyrenees ini mengandalkan Prancis dan Spanyol untuk pertahanan eksternal. Andorra tidak memiliki tentara, namun terdapat pasukan sukarelawan berskala kecil yang lebih bersifat seremonial.
2. Kosta Rika
Sejak 1949, Kosta Rika secara resmi membubarkan angkatan bersenjatanya dan menggantikannya dengan satuan kepolisian. Keamanan nasional dijaga melalui pelatihan khusus dan kerja sama internasional, termasuk dengan Amerika Serikat dan Kolombia.
3. Dominika
Negara di kawasan Karibia ini tidak memiliki angkatan bersenjata. Sebagai gantinya, Dominika bergabung dalam Sistem Keamanan Regional (Regional Security System/RSS) bersama beberapa negara tetangga untuk menangani ancaman keamanan.
4. Kepulauan Faroe
Wilayah otonom yang menjadi bagian dari Denmark ini tidak memiliki militer sendiri. Keamanan dan pertahanan wilayah menjadi tanggung jawab penuh pemerintah Denmark.
5. Hong Kong
Sebagai Daerah Administratif Khusus China, pertahanan dan keamanan eksternal Hong Kong berada di bawah tanggung jawab pemerintah pusat Republik Rakyat Tiongkok.
6. Islandia
Negara Nordik ini merupakan satu-satunya anggota NATO yang tidak memiliki angkatan bersenjata. Islandia mengandalkan kerja sama pertahanan dengan negara-negara anggota NATO, termasuk Amerika Serikat, Norwegia, dan Denmark.
7. Kiribati
Negara kepulauan di Pasifik ini secara konstitusional tidak diperkenankan memiliki militer. Untuk urusan pertahanan, Kiribati bekerja sama dengan Australia dan Selandia Baru.
8. Liechtenstein
Negara kecil di Eropa ini telah menghapuskan militernya sejak tahun 1868. Keamanan dalam negeri ditangani oleh kepolisian, sementara dalam keadaan darurat, negara dapat mengandalkan bantuan dari tetangga seperti Swiss dan Austria.
9. Makau
Sama seperti Hong Kong, Makau adalah Daerah Administratif Khusus China yang mengandalkan Beijing untuk pertahanan militer.
10. Nauru
Negara pulau kecil ini tidak memiliki militer dan menyerahkan urusan pertahanan nasional kepada Australia berdasarkan perjanjian bilateral.
Walau tanpa angkatan bersenjata tetap, negara-negara dan wilayah tersebut tetap menjaga stabilitas melalui diplomasi, aliansi, serta penguatan institusi kepolisian dan mekanisme keamanan regional. Pilihan untuk tidak memiliki militer mencerminkan pendekatan yang menitikberatkan pada kerja sama dan pengelolaan keamanan melalui jalur non-militer.

