Krisis iklim global kian mengkhawatirkan seiring suhu Bumi yang terus meningkat dan sistem iklim yang disebut berada dalam ketidakseimbangan terburuk sepanjang sejarah pencatatan modern.
Laporan terbaru World Meteorological Organization (WMO) menyebut planet ini menyerap jauh lebih banyak energi panas dibandingkan yang dapat dilepaskan kembali ke luar angkasa. Ketimpangan tersebut dinilai menjadi pemicu utama percepatan perubahan iklim.
Data terbaru menunjukkan suhu rata-rata global pada 2025 telah naik sekitar 1,43 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri 1850–1900. Kenaikan ini mendekati ambang batas kritis yang selama ini diperingatkan para ilmuwan.
Dalam 11 tahun terakhir, seluruhnya tercatat sebagai tahun terpanas sejak pencatatan suhu dimulai pada 1850. Tren ini memperkuat indikasi bahwa pemanasan global tidak hanya berlangsung, tetapi juga semakin cepat.
WMO juga menyoroti bahwa lonjakan suhu tidak terjadi secara acak. Tren peningkatan tajam terlihat sejak pertengahan abad ke-20, sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri dan penggunaan bahan bakar fosil.
Salah satu indikator penting untuk memahami situasi ini adalah ketidakseimbangan energi Bumi. Dalam kondisi normal, Bumi menerima energi dari Matahari dan melepaskannya kembali ke luar angkasa. Namun, proses tersebut kini tidak lagi setara.
Gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) menahan panas di atmosfer, membuat energi yang masuk lebih besar daripada yang keluar. Akibatnya, panas terperangkap dan terus menumpuk.
Lebih dari 90 persen kelebihan panas tersebut diserap oleh lautan. Dampaknya bukan hanya meningkatkan suhu air laut, tetapi juga memperparah badai, merusak ekosistem laut, serta mempercepat kenaikan permukaan air laut.
Dampak ketidakseimbangan energi juga tampak pada kondisi laut dan es di kutub. Suhu laut global dilaporkan mencapai rekor tertinggi, sementara lapisan es di kedua kutub terus menyusut.
Pada 2025, es laut di kedua kutub disebut berada pada level terendah. Di saat yang sama, gletser dunia mengalami salah satu periode pencairan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

