Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, menghadiri Majlis Malam Waris Sarawak 2026 yang digelar di Penview Convention Centre (PCC) Demak, Kuching, Malaysia, Senin (10/2/2026). Kehadiran ini disebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas untuk mempererat persaudaraan masyarakat serumpun Melayu di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Partisipasi Pemkab Sambas dalam agenda budaya lintas negara tersebut dinilai strategis untuk memperkuat ikatan sosial budaya masyarakat perbatasan Sambas–Sarawak. Selain itu, kegiatan ini juga dipandang sebagai upaya memperkuat diplomasi budaya sekaligus membangun citra positif daerah di tingkat regional.
Malam Waris Sarawak 2026 merupakan agenda tahunan Persatuan Warisan Anak Sarawak (WARIS). Tahun ini, kegiatan tersebut bertepatan dengan peringatan 10 tahun berdirinya organisasi yang berfokus menjaga dan melestarikan warisan budaya Sarawak.
Dalam kesempatan itu, Heroaldi menegaskan kebudayaan dapat menjadi jembatan diplomasi yang memperkuat ikatan masyarakat serumpun, khususnya di wilayah perbatasan. Menurutnya, kegiatan seperti Malam Waris Sarawak tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk merawat identitas budaya sekaligus membuka peluang kerja sama antarwilayah.
“Saya mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan budaya ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan warisan budaya, sekaligus mencerminkan semangat saling menghormati di antara komunitas etnis Melayu di kedua negara,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum pertemuan budaya lintas negara sebagai dasar penguatan kolaborasi berkelanjutan, terutama untuk pengembangan kawasan perbatasan yang inklusif dan berdaya saing.
“Kami berharap kegiatan budaya seperti ini dapat semakin mempererat hubungan persaudaraan melalui kerja sama di bidang budaya, pendidikan, dan penguatan ekonomi kawasan perbatasan, serta mendorong terwujudnya hubungan yang harmonis dan kolaboratif antara Sambas dan Kuching ke depan,” katanya.

