BERITA TERKINI
UMPwr Wisuda 211 Lulusan, Rektor Soroti Kesiapan Hadapi Krisis Global

UMPwr Wisuda 211 Lulusan, Rektor Soroti Kesiapan Hadapi Krisis Global

PURWOREJO — Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) menggelar Wisuda Sarjana dan Magister Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Kasman Singodimedjo UMPwr, Sabtu (7/5/2026). Dalam kesempatan itu, Rektor UMPwr Teguh Wibowo menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia global yang penuh ketidakpastian.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tamu undangan, antara lain Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Wakil Bupati Purworejo, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Purworejo, pimpinan perguruan tinggi swasta, mitra perbankan, Badan Pembina Harian (BPH) UMPwr, jajaran senat universitas, serta keluarga wisudawan.

Dalam sambutannya, Teguh Wibowo menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda serta keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa gelar akademik bukan sekadar simbol capaian, melainkan memuat tanggung jawab sosial.

“Gelar akademik yang Saudara sandang bukan hanya simbol keberhasilan, tetapi juga amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujar Teguh.

Pada periode ini, UMPwr mewisuda 211 lulusan yang terdiri atas 118 perempuan dan 93 laki-laki dari berbagai program studi sarjana dan magister. Program Studi Manajemen menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 47 wisudawan, disusul Pendidikan Guru Sekolah Dasar (31), Hukum (23), Teknologi Informasi (19), dan Agribisnis (15).

Selain itu, sebanyak 77 wisudawan meraih predikat cumlaude. Salah satu lulusan terbaik adalah Mahendra Nugraha dari Magister Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 4,00, bersama sejumlah lulusan lain dari berbagai program studi yang mencatatkan prestasi akademik.

UMPwr juga menyoroti komitmen terhadap pendidikan inklusif dengan mewisuda dua mahasiswa difabel netra, yakni Udin Prasojo dan Umi Musfiroh dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Keduanya lulus melalui jalur alternatif karya cipta yang telah memperoleh hak cipta dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Udin menyelesaikan studi melalui karya aransemen berjudul Netra Rasa, sedangkan Umi melalui karya cipta lagu berjudul Rebab Tanpa Kawat.

Dalam pidatonya, Teguh menyinggung situasi dunia yang menghadapi krisis global akibat konflik geopolitik internasional, yang berdampak pada ekonomi, energi, serta ketidakpastian dunia kerja. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga harus siap menghadapi disrupsi dan kompetisi global.

“Tantangan global harus dijawab dengan kesiapan kompetensi, ketahanan mental, dan moral keislaman. Jadilah problem solver, innovator, dan leader,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi energi dan penguatan sumber daya manusia di tengah ancaman krisis energi dunia.

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan. Ia mengingatkan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia, seraya menilai ketergantungan pada sumber daya alam dapat memunculkan masalah ketika kekayaan alam menipis.

Dion mencontohkan sejarah kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara untuk mencari pala, sementara pada masa kini eksploitasi beralih pada timah, nikel, dan sumber daya tambang lainnya.

“Sebuah bangsa yang besar harus ditopang dengan sumber daya manusia dan peradaban yang besar pula,” kata Dion. Ia berharap para lulusan UMPwr menjadi insan terpelajar yang adil dalam berpikir serta mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Di akhir acara, pihak universitas menyampaikan apresiasi kepada orang tua, dosen, dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan. Wisuda ini sekaligus menjadi momentum lahirnya generasi baru alumni UMPwr yang diharapkan dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah, bangsa, dan umat.