SEMARANG — Pemerintah pusat menilai Jawa Tengah mulai muncul sebagai salah satu kekuatan baru investasi nasional di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik. Provinsi ini dipandang memiliki potensi besar menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru Indonesia karena mampu menarik investasi dalam jumlah besar sekaligus membuka lapangan kerja.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, mengatakan Jawa Tengah memiliki posisi strategis untuk mendukung target investasi nasional hingga 2029. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Semarang, Senin (11/5/2026).
CJIBF merupakan kegiatan rutin yang diinisiasi Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pemerintah kabupaten/kota.
Todotua menilai, di tengah perlambatan ekonomi dunia dan konflik geopolitik yang masih memicu ketidakpastian global, Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi secara stabil. Dalam situasi tersebut, daerah dengan daya tarik investasi tinggi seperti Jawa Tengah dinilai berperan penting bagi ketahanan ekonomi nasional.
“Pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,61 persen. Investasi memberikan kontribusi sekitar 28–29 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu kesinambungan investasi menjadi sangat penting,” kata Todotua.
Ia menegaskan, investasi tidak lagi dipandang semata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen untuk menciptakan nilai tambah industri, memperluas lapangan kerja, memperkuat rantai pasok domestik, serta mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas.
Menurutnya, tema penguatan investasi dan industri kecil menengah berbasis green renewable energy yang diangkat dalam forum tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi nasional yang mulai berfokus pada keberlanjutan dan hilirisasi industri.
Pemerintah menargetkan realisasi investasi nasional mencapai Rp13 ribu triliun pada periode 2025–2029 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi delapan persen. Sementara pada kuartal I 2026, realisasi investasi nasional tercatat mencapai Rp498,8 triliun dengan penyerapan tenaga kerja baru sebanyak 706.569 orang.