Asian Development Bank (ADB) berkomitmen mengalokasikan dana sebesar USD30 miliar atau sekitar Rp522 triliun hingga 2030 untuk mendukung prioritas pembangunan strategis ASEAN. Komitmen ini disampaikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Presiden ADB yang hadir sebagai tamu khusus ketua KTT menegaskan kesiapan lembaganya membantu negara-negara anggota ASEAN menghadapi dampak krisis global. Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan para pemimpin ASEAN menyambut baik komitmen pendanaan tersebut.
“Para pemimpin menyambut baik janji untuk mengalokasikan 30 miliar dolar AS pada tahun 2030 untuk mendukung prioritas-prioritas ASEAN, termasuk kemungkinan langkah-langkah respons terhadap krisis, serta memperkuat integrasi regional jangka panjang,” kata Kao di ASEAN Hall, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Menurut Kao, alokasi dana itu akan difokuskan untuk memperkuat fondasi ekonomi kawasan. Sejumlah sektor yang menjadi sasaran pendanaan meliputi konektivitas rantai pasok, keamanan energi, ketahanan pangan, ekonomi biru, serta kesiapan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam kesempatan yang sama, Kao menyampaikan para pemimpin ASEAN menekankan kawasan tidak semestinya hanya bersikap bertahan di tengah krisis global. “Para pemimpin mengingatkan saya agar tidak membiarkan krisis berlalu sia-sia,” ujarnya.
Ia menilai krisis ekonomi yang dipicu konflik di Timur Tengah perlu dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempercepat transformasi digital dan diversifikasi perdagangan di kawasan. Salah satu langkah yang ditargetkan adalah percepatan penyelesaian Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (Digital Economy Framework Agreement/DEFA).
Kesepakatan yang mulai dirintis sejak September 2023 itu ditargetkan rampung dan ditandatangani pada KTT ASEAN ke-49 pada November mendatang. Selain itu, ASEAN juga berencana mengoptimalkan tujuh perjanjian perdagangan bebas (FTA) bilateral dan mengoperasionalkan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) guna menjaga pertumbuhan ekonomi kawasan tetap kuat.