BERITA TERKINI
UGM Tekankan Peran Guru Besar dalam Merumuskan Strategi Bangsa di Tengah Krisis Global

UGM Tekankan Peran Guru Besar dalam Merumuskan Strategi Bangsa di Tengah Krisis Global

Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan kembali peran strategis guru besar dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di tengah dinamika krisis global. Penegasan tersebut disampaikan dalam workshop The Academic Learning Training on Innovative Transformation for University Development and Empowerment yang digelar di Balai Senat UGM.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., menyatakan guru besar tidak hanya menjalankan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga dituntut melahirkan pemikiran strategis yang relevan dengan persoalan lokal, nasional, hingga global. Menurutnya, kontribusi akademisi senior perlu berakar pada nilai Pancasila, kerakyatan, dan kebudayaan agar gagasan yang dihasilkan dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

Baiquni juga menekankan pentingnya keteladanan dari tokoh bangsa seperti Sri Sultan Hamengkubuwono IX serta para akademisi UGM terdahulu yang dinilai telah berkontribusi besar bagi pembangunan melalui ilmu pengetahuan. Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, perlu terus diinternalisasikan oleh sivitas akademika untuk menjaga peran UGM sebagai universitas perjuangan yang aktif menjawab tantangan zaman. Ia menyebut data internal UGM menunjukkan terdapat lebih dari 400 guru besar aktif, yang dinilai menjadi modal besar untuk melahirkan gagasan strategis lintas bidang.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Jaringan UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyoroti kompleksitas tantangan global, mulai dari krisis iklim, energi, dan pangan, hingga disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan. Ia menyampaikan universitas perlu memandang situasi tersebut bukan semata ancaman, tetapi juga peluang untuk menghadirkan solusi inovatif.

Danang mencontohkan sejumlah arah pengembangan yang dapat didorong, seperti precision agriculture, inovasi benih unggul, energi terbarukan, serta penguatan hilirisasi industri berbasis sumber daya nasional. Pendekatan yang diusung, menurutnya, adalah konsep triple win yang mencakup pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan inklusi sosial. Ia menambahkan, guru besar diharapkan menjadi penjaga nilai, integritas, dan arah moral perguruan tinggi, sekaligus mentor bagi generasi akademisi muda.

Sekretaris Dewan Guru Besar UGM, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, M.P.P., menjelaskan workshop ini merupakan bagian dari rangkaian program “Altitude” yang telah memasuki tahap keempat. Program tersebut diintegrasikan dengan forum pemikiran Dewan Guru Besar untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan berbasis pengetahuan.

Workshop menghadirkan narasumber dari pemerintah, industri, dan akademisi, termasuk perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, serta praktisi industri. Selain diskusi, agenda juga akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Kawasan Industri Kendal pada 6 Mei mendatang untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah dalam mendorong implementasi riset dan inovasi.