BERITA TERKINI
Transformasi Akademi Keperawatan ke STIKES Diminta Tetap Terjangkau bagi Masyarakat Menengah ke Bawah

Transformasi Akademi Keperawatan ke STIKES Diminta Tetap Terjangkau bagi Masyarakat Menengah ke Bawah

JAKARTA — Perubahan bentuk institusi pendidikan keperawatan menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) dinilai perlu tetap mengutamakan keterjangkauan biaya pendidikan bagi masyarakat menengah ke bawah.

Ketua Dewan Pembina Rudyono Foundation, Rudyono Darsono, menyatakan dukungannya terhadap transformasi kelembagaan tersebut dengan syarat utama biaya kuliah tidak memberatkan masyarakat kecil. “Saya mendukung perubahan ini dengan satu catatan penting, biaya pendidikan harus bisa dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Jika biayanya masih tinggi, maka saya tidak akan mengizinkan,” ujar Rudyono dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Rudyono menegaskan transformasi itu bukan untuk menghapus identitas akademi keperawatan. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memperluas sistem pembelajaran dan membuka akses pendidikan kesehatan yang lebih inklusif, terutama bagi kelompok masyarakat rentan. “Perubahan ini bukan untuk menghapus akademi keperawatan, tetapi untuk meningkatkan sistem pembelajaran yang lebih luas dan terbuka, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah,” katanya.

Ia juga menilai pendidikan harus menjadi sarana mobilitas sosial agar masyarakat dengan keterbatasan ekonomi memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup. Rudyono menyinggung kondisi kelompok menengah yang dinilainya rentan turun menjadi miskin, sehingga perlu dicegah melalui akses pendidikan.

Dalam rencana transformasi ini, yayasan disebut akan menanggung pembiayaan kelembagaan, termasuk pembangunan fasilitas, penyediaan lokasi, dan pengembangan sarana pendidikan. Rudyono menekankan mahasiswa tidak akan dibebani biaya tinggi maupun skema pinjaman. “Seluruh pendanaan akan kami tanggung melalui yayasan. Tidak akan ada pembiayaan yang memberatkan mahasiswa, apalagi melalui skema pinjaman. Ini murni hibah dari yayasan,” ujarnya.

Selain pengembangan pendidikan, yayasan juga menyiapkan rencana jangka panjang pembangunan rumah sakit yang terintegrasi dengan institusi pendidikan. Rencana tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.