Jannik Sinner dijadwalkan memainkan pertandingan babak keempat Australia Terbuka melawan rekan senegaranya, Luciano Darderi, pada Senin di Margaret Court Arena. Arena berkapasitas sekitar 7.500 penonton itu merupakan lapangan pertunjukan kedua di Australia Terbuka, sekaligus yang terbesar ketiga setelah Rod Laver Arena dan John Cain Arena.
Penempatan Sinner di Margaret Court Arena menjadi sorotan karena petenis Italia itu belum kembali bermain di lapangan tersebut sejak sebelum mengangkat trofi. Dalam perjalanannya meraih gelar pada 2024, petenis peringkat dua dunia itu memainkan laga babak kedua, ketiga, dan keempat di arena yang lebih kecil.
Keputusan menjadwalkan Sinner di Margaret Court Arena dinilai bisa berkaitan dengan riwayatnya menghadapi kondisi cuaca panas. Sinner beberapa kali harus bertanding dalam kondisi yang berat. Pada laga babak keempat melawan Holger Rune tahun lalu, ia mulai terlihat gemetar, sementara pada Oktober ia tersingkir dari Shanghai Masters pada hari yang sangat panas dan lembap.
Di Melbourne, suhu pada Senin diperkirakan mencapai sekitar 34 derajat Celsius, lebih rendah dibanding puncak 38 derajat Celsius saat Sinner bermain pada Sabtu. Sinner juga berada di paruh bawah undian bersama Novak Djokovic, juara 10 kali, yang mendapat jadwal sesi malam di Rod Laver Arena, lapangan pertunjukan terbesar.
Jika Sinner ingin tampil di Rod Laver Arena, ia kemungkinan harus mendapatkan slot sesi kedua pada siang hari yang terik. Pada slot tersebut, unggulan kelima Lorenzo Musetti dijadwalkan menghadapi unggulan kesembilan Taylor Fritz. Sementara itu, Sinner tidak dijadwalkan bermain di Margaret Court Arena hingga pukul 18.00 waktu setempat.
Setelah mengalami kram saat menghadapi Spizzirri pada Sabtu, Sinner membahas tantangannya bermain di cuaca panas. “Tentu saja ini adalah area yang ingin saya tingkatkan. Ada alasan mengapa saya pergi ke gym setiap hari dan mencoba menjadi lebih baik,” kata Sinner.
Ia menambahkan bahwa setiap pemain memiliki tantangannya masing-masing. “Tetapi pada saat yang sama, Anda tahu, setiap pemain memiliki masalah kecilnya masing-masing. Mungkin itu masalah saya. Anda tidak tahu. Tapi yang pasti masih ada ruang untuk perbaikan dan saya cukup yakin kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk meningkatkannya dengan cara yang positif. Lalu kita lihat saja bagaimana kelanjutannya,” ujarnya.
Menjelang laga melawan Darderi—unggulan ke-22—Sinner menyambut fakta bahwa salah satu dari mereka akan melangkah ke perempat final. “Tentu saja pertandingan berikutnya, mari kita lihat apa yang terjadi,” katanya.
“(Kami) hanya berlatih sekali, jadi itu tidak banyak. Tapi saya sangat senang setidaknya ada satu orang Italia di perempat final. Bahkan di Grand Slam pun itu luar biasa,” tambah Sinner.

