BERITA TERKINI
Bursa Asia-Pasifik Melemah, Harga Minyak dan Emas Naik di Tengah Eskalasi Konflik Iran

Bursa Asia-Pasifik Melemah, Harga Minyak dan Emas Naik di Tengah Eskalasi Konflik Iran

Pasar saham Asia-Pasifik melemah pada Senin, 2 Maret 2026, di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat–Israel yang memicu kekhawatiran investor terhadap pasokan energi global. Ketegangan meningkat setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut laporan CNBC, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu menyatakan operasi tempur di Iran akan terus berlanjut setelah tiga personel militer AS tewas.

Di pasar komoditas, kontrak berjangka minyak melonjak lebih dari 8%. Kontrak West Texas Intermediate (WTI) terakhir diperdagangkan di USD72,52 per barel, sementara Brent berada di USD79,04 per barel.

Emas juga menguat, dengan kontrak berjangka naik 2,3% seiring investor memburu aset safe haven.

Di kawasan Asia, sejumlah indeks utama bergerak di zona merah. S&P/ASX 200 Australia tercatat melemah, sementara Hang Seng Hong Kong dan KOSPI Korea Selatan juga tercatat turun. Nikkei 225 Jepang dan indeks Shanghai turut melemah, sedangkan Nifty 50 India tercatat tidak berubah.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 sempat merosot hampir 2% pada pembukaan perdagangan, dan indeks Topix turun 2,1%. Di tengah pelemahan pasar, saham Mitsubishi Heavy Industries, Kawasaki Heavy Industries, dan IHI—yang memiliki bisnis pertahanan—naik lebih dari 1%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,38% pada awal perdagangan. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.465, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.630,54.

Pasar Korea Selatan tutup karena hari libur nasional.

Sementara itu, kontrak berjangka saham Amerika Serikat melemah dalam perdagangan semalam setelah serangan akhir pekan di Iran. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 517 poin atau sekitar 1%.