Bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Senin seiring meningkatnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
Tekanan di pasar muncul setelah kabar kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Minggu menyatakan operasi tempur di Iran akan berlanjut setelah tiga personel militer AS tewas.
Di pasar komoditas, harga minyak berjangka melesat lebih dari 8%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent terakhir diperdagangkan masing-masing pada USD 72,52 dan USD 79,04 per barel. Sementara itu, harga emas berjangka naik 2,3% ketika investor beralih ke aset safe haven.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun hampir 2% pada pembukaan perdagangan, sedangkan Topix melemah 2,1%. Namun, sejumlah saham perusahaan yang memiliki bisnis pertahanan justru menguat, termasuk Mitsubishi Heavy Industries, Kawasaki Heavy Industries, dan IHI yang naik lebih dari 1%.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,38% pada perdagangan awal. Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 26.465, lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya di 26.630,54. Adapun pasar saham Korea Selatan tutup karena hari libur nasional.
Tekanan juga terlihat pada pasar berjangka di AS. Dalam perdagangan semalam setelah serangan akhir pekan di Iran, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 517 poin atau 1%. Kontrak berjangka S&P 500 melemah 1%, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 turun sedikit lebih dari 1%.

