Sejumlah bandara besar di Eropa dilaporkan mengalami serangan siber yang berlangsung sejak Jumat (19/9/2025) hingga Minggu (21/9/2025). Insiden tersebut berdampak pada operasional penerbangan, memicu ratusan penerbangan dibatalkan atau mengalami penundaan.
Akibat gangguan itu, ribuan penumpang terdampak dan menghadapi ketidakpastian perjalanan. Sejumlah calon penumpang dilaporkan kecewa karena perubahan jadwal dan pembatalan penerbangan terjadi dalam periode beberapa hari.
Di tengah perkembangan tersebut, muncul dugaan bahwa Rusia terlibat sebagai pihak di balik serangan. Namun, informasi yang beredar masih berupa dugaan dan belum disertai rincian lebih lanjut mengenai bukti maupun pihak yang secara resmi menyampaikan tudingan tersebut.

