Populasi umat Islam di Eropa terus menunjukkan dinamika pertumbuhan hingga memasuki 2026. Berdasarkan estimasi 2025, jumlah warga Muslim di kawasan Eropa diperkirakan mencapai 46 juta jiwa, atau sekitar 6 persen dari total 744 juta penduduk.
Pertumbuhan komunitas Muslim di benua ini dipengaruhi sejarah panjang, mulai dari era peradaban Moor hingga pengaruh Ottoman di kawasan Balkan. Pada periode modern, faktor demografi seperti tingkat kelahiran yang stabil, mobilitas migrasi, serta konversi agama disebut menjadi pendorong utama meningkatnya populasi Muslim.
Rusia menempati posisi teratas sebagai negara dengan konsentrasi umat Islam terbesar di Eropa. Jumlahnya diperkirakan mencapai 16,4 juta jiwa, atau sekitar 11–12 persen dari total penduduk Rusia. Komunitas ini didominasi oleh etnis Tatar, Bashkir, Chechen, serta masyarakat di kawasan Kaukasus Utara.
Di Eropa Barat, Prancis berada di peringkat kedua dengan estimasi populasi Muslim sekitar 6–7 juta orang, setara 8–9 persen dari populasi nasional. Sebagian besar memiliki akar migrasi dari Afrika Utara.
Jerman menyusul di posisi ketiga dengan perkiraan 5,5–6 juta penduduk Muslim. Kelompok terbesar berasal dari keturunan Turki, disusul komunitas dari Suriah dan Afghanistan yang datang dalam satu dekade terakhir melalui jalur pengungsian maupun pertambahan alami.
Britania Raya berada di urutan keempat dengan sekitar 4 juta pemeluk Islam, atau sekitar 6 persen dari populasi. Komunitas yang beragam ini banyak terkonsentrasi di kota-kota besar seperti London, Birmingham, dan Manchester, dengan pertumbuhan yang turut dipengaruhi angka kelahiran.
Italia menempati posisi kelima dengan estimasi 3 juta penduduk Muslim. Mayoritas berasal dari Afrika Utara dan Albania.
Di antara negara-negara Eropa, Bosnia dan Herzegovina disebut unik karena menjadi satu-satunya negara mayoritas Muslim di kawasan tersebut. Populasi Muslimnya diperkirakan sekitar 1,8 juta jiwa, atau lebih dari separuh penduduk negara itu.
Negara lain yang masuk dalam daftar 10 besar adalah Albania dengan sekitar 1,3 juta jiwa, serta Belgia dengan sekitar 900.000 penduduk Muslim. Di Belgia, komunitas Muslim banyak terkonsentrasi di Brussels dan Antwerp, didominasi warga keturunan Maroko dan Turki.
Daftar ini turut mencakup Bulgaria dengan populasi Muslim sekitar 640.000–700.000 jiwa (sekitar 10–13 persen populasi) serta Austria dengan sekitar 750.000 jiwa. Austria dikenal memiliki regulasi hukum dan institusi Islam yang relatif mapan dibanding sejumlah negara Eropa lainnya.

