Tekanan terhadap sektor energi Rusia dilaporkan datang dari serangan drone Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia sejak awal 2026 telah menyebabkan kerugian sedikitnya USD7 miliar.
Menurut pernyataan tersebut, serangan menargetkan sejumlah fasilitas penting, termasuk kilang minyak, terminal ekspor, dan jaringan pipa. Disebutkan pula sedikitnya 21 serangan terjadi pada April saja.
Dampak dari rangkaian serangan itu diklaim ikut menekan aktivitas pengolahan minyak Rusia. Produksi kilang Rusia dilaporkan turun menjadi sekitar 4,69 juta barel per hari, yang menjadi level terendah sejak akhir 2024.
Situasi ini menggambarkan dilema sektor energi Rusia. Di satu sisi, ada lonjakan pendapatan yang dipicu krisis global, namun di sisi lain kerusakan infrastruktur akibat konflik berpotensi membatasi kemampuan produksi dan ekspor Rusia pada periode mendatang.