Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia disebut berada di ambang krisis energi total menyusul kabar bahwa Selat Hormuz, jalur distribusi minyak paling vital di dunia, dinyatakan tertutup akibat konflik bersenjata antara Iran dan pasukan koalisi Amerika Serikat-Israel.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling strategis bagi pergerakan pasokan energi global. Penutupan jalur ini dinilai dapat mengganggu distribusi minyak dan memicu dampak luas terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Kabar penutupan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan koalisi Amerika Serikat-Israel, sehingga menambah kekhawatiran pasar dan negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak melalui jalur tersebut.

