BERITA TERKINI
Saudi Aramco: Pasar Minyak Berisiko Tidak Normal hingga 2027 Jika Selat Hormuz Tetap Tertutup

Saudi Aramco: Pasar Minyak Berisiko Tidak Normal hingga 2027 Jika Selat Hormuz Tetap Tertutup

Pasar minyak global diperkirakan belum akan kembali normal hingga tahun depan, kecuali lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz kembali beroperasi dalam waktu satu bulan. Perkiraan itu disampaikan Saudi Aramco, perusahaan energi milik pemerintah Arab Saudi.

CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan, semakin lama gangguan pasokan berlangsung—bahkan jika hanya bertambah beberapa pekan—maka semakin panjang waktu yang dibutuhkan pasar minyak untuk kembali seimbang dan stabil. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi video terkait pembahasan hasil kuartal pertama Saudi Aramco.

Nasser menambahkan, krisis dapat berlangsung hingga 2027 apabila kebuntuan di Selat Hormuz berlanjut sampai pertengahan Juni.

Menurutnya, pasar telah kehilangan sekitar satu miliar barel minyak akibat terganggunya produksi atau transportasi. Ia memperkirakan kehilangan pasokan akan berlanjut sekitar 100 juta barel per pekan selama Selat Hormuz tetap ditutup.

Nasser juga mengingatkan bahwa sebelumnya sekitar 70 kapal per hari melintasi Selat Hormuz.

Serangan terhadap negara-negara penghasil minyak di Teluk Persia serta penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran—jalur yang dilalui seperlima pasokan minyak dan gas dunia—disebut telah berdampak negatif terhadap aktivitas produksi maupun ekspor sektor minyak dan gas.

Sebelum konflik pecah pada 28 Februari, sekitar 20 juta barel minyak per hari memasuki pasar melalui jalur perairan tersebut.