BERITA TERKINI
Rektor UMM Tekankan Pendidikan Harus Jadi Pusat Solusi di Tengah Krisis Global

Rektor UMM Tekankan Pendidikan Harus Jadi Pusat Solusi di Tengah Krisis Global

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. menegaskan dunia pendidikan menghadapi tantangan serius di tengah transformasi budaya dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang kian pesat, bersamaan dengan menipisnya daya dukung sumber daya alam (SDA). Pernyataan itu disampaikan dalam amanat upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di UMM, Sabtu (2/5).

Upacara yang diikuti ribuan dosen dan karyawan UMM tersebut menjadi momentum refleksi atas perubahan global yang semakin kompleks. Nazaruddin menekankan pendidikan harus tampil sebagai aktor utama, tidak hanya merespons perubahan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret.

Menurutnya, pendekatan pendidikan konvensional dinilai tidak lagi relevan untuk menjawab tantangan zaman. Ia menyoroti keterbatasan SDA di tengah meningkatnya kebutuhan manusia sebagai ancaman nyata bagi kualitas hidup, sehingga mendorong perlunya sistem pendidikan yang lebih adaptif dan inovatif.

“Pendidikan tinggi harus menjadi solution center excellence. UMM harus hadir sebagai pusat layanan unggul, mitra solusi industri, sekaligus inkubator inovasi dan talenta,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran tersebut hanya dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, mulai dari proses pembelajaran dan tata kelola institusi hingga memastikan lulusan memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

Nazaruddin juga mengingatkan pentingnya menghidupkan kembali pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam konteks kekinian. Menurutnya, nilai-nilai pendidikan nasional tidak boleh berhenti sebagai simbol sejarah, tetapi perlu diterjemahkan menjadi kekuatan transformasi sosial.

Dalam pengembangan universitas, UMM menetapkan tiga pilar strategis. Pertama, Service Excellence Hub yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan pendidikan. Kedua, Industry Solution Partner untuk berperan aktif menjawab kebutuhan dunia industri. Ketiga, Innovation and Talent Incubator guna mendorong lahirnya inovasi serta pengembangan talenta unggul.

“Ketiga pilar ini bukan sekadar konsep, tapi harus diwujudkan dalam praktik nyata. Ini menjadi indikator keberhasilan perguruan tinggi dalam menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Dalam rangkaian peringatan Hardiknas, UMM juga memberikan penghargaan kepada sivitas akademika berprestasi. Penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada dosen dengan capaian Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terbanyak sekaligus peraih rekor MURI 2026, dosen dengan masa pengabdian 25 tahun, humas terbaik tingkat fakultas dan program studi, serta mahasiswa berprestasi tingkat universitas.

Melalui peringatan Hardiknas tahun ini, UMM menegaskan perlunya perubahan arah pendidikan agar tidak berjalan dalam pola lama. Perguruan tinggi dinilai perlu bergerak lebih kritis, responsif, dan solutif untuk menjawab persoalan global secara nyata.