BERITA TERKINI
Rektor UINSU Minta Wisudawan Jadi Agen Perubahan di Tengah Krisis Global

Rektor UINSU Minta Wisudawan Jadi Agen Perubahan di Tengah Krisis Global

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menegaskan lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengantongi ijazah, tetapi juga dituntut tampil sebagai agen perubahan di tengah krisis global yang kian kompleks. Pesan tersebut disampaikan Rektor UINSU Prof. Nurhayati saat mengukuhkan wisudawan di Gelanggang Mahasiswa UINSU, Kamis (7/5/2026).

Nurhayati menilai dunia saat ini menghadapi beragam persoalan, mulai dari konflik geopolitik, guncangan ekonomi, ancaman lingkungan, hingga krisis nilai dan moral. Kondisi itu, menurutnya, menuntut hadirnya generasi yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi.

“Hari ini, kita tidak sekadar meluluskan generasi akademik. Kita sedang melantik penjaga masa depan bangsa. Kita tidak hanya menyerahkan ijazah, tetapi mengamanahkan peradaban,” ujar Nurhayati.

Ia mencontohkan dinamika global, termasuk meningkatnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, sebagai bukti bahwa dunia saling terhubung. Menurutnya, konflik di satu kawasan dapat berdampak pada stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di Indonesia.

Karena itu, ia menekankan peran alumni UINSU sebagai penjaga nilai di tengah arus globalisasi yang dinilai dapat mengikis moralitas. Selain itu, lulusan juga didorong menjadi perekat sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat lintas sektor.

Nurhayati menegaskan lulusan UINSU harus membawa identitas keilmuan yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Para alumni diharapkan menjadi representasi Islam rahmatan lil alamin yang mampu memberi solusi, menebar kedamaian, dan memperkuat harmoni sosial.

Ia menyebut penguatan posisi alumni sejalan dengan upaya mengokohkan peran mereka di tengah masyarakat, antara lain sebagai agen perubahan (agent of change), penjaga nilai (guardian of values), penggerak ketahanan sosial, serta inovator di tengah krisis.

Dalam kesempatan itu, Nurhayati juga mengingatkan bahwa tantangan masa depan tidak selalu mudah. Ketidakpastian, kegagalan, dan kekecewaan disebutnya sebagai bagian dari perjalanan hidup yang perlu dihadapi dengan keteguhan karakter.

“Jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah kehilangan integritas. Dan jangan pernah berhenti berkontribusi. Karena sejatinya, keberhasilan bukan hanya tentang apa yang kalian capai, tetapi tentang apa yang kalian berikan,” katanya.

Pada periode kelulusan kali ini, UINSU mencatat 1.592 lulusan, terdiri dari 29 mahasiswa Pascasarjana, 649 dari FITK, 203 dari FEBI, 46 dari FKM, 243 dari FSH, 81 dari FIS, 61 dari FDK, 84 dari FUSI, dan 196 dari FST.