BERITA TERKINI
Putin: Rusia Siap Merespons Cepat Jika Militerisasi Eropa Mengancam Keamanan

Putin: Rusia Siap Merespons Cepat Jika Militerisasi Eropa Mengancam Keamanan

Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa Moskow tidak akan membutuhkan waktu lama untuk merespons meningkatnya militerisasi di Eropa. Ia menegaskan Rusia akan bertindak cepat bila muncul ancaman terhadap keamanan negara, ketenangan warga, serta kedaulatan dan keberlangsungan Rusia.

“Respons terhadap ancaman, untuk dikatakan secara halus, tampaknya akan sangat meyakinkan. Benar, itu akan menjadi respons. Kami sendiri tidak pernah memulai konfrontasi militer. Itu tidak masuk akal, tidak diperlukan, dan jelas absurd; hanya mengalihkan perhatian dari persoalan serta tantangan nyata,” kata Putin dalam sesi pleno Valdai International Discussion Club pada Kamis, 2 September 2025, seperti dikutip Anadolu, Jumat, 3 Oktober 2025.

Putin juga mengingatkan negara lain agar tidak memprovokasi Rusia. Menurutnya, provokasi terhadap Rusia tidak pernah berakhir baik bagi pihak yang memulai, dan ia menegaskan tidak akan ada pengecualian pada masa mendatang.

“Tidak pernah ada kasus di mana hal itu tidak berakhir buruk bagi pihak yang memprovokasi. Tidak akan ada pengecualian di masa depan. Sejarah telah membuktikan: kelemahan tidak dapat diterima, karena menciptakan godaan dan ilusi bahwa masalah dengan kami dapat diselesaikan dengan kekuatan. Rusia tidak akan pernah menunjukkan kelemahan atau keragu-raguan,” ujar Putin.

Dalam pidatonya, Putin menyatakan dunia sedang memasuki apa yang ia sebut sebagai “era polisentris”, ketika tidak ada satu kekuatan pun yang mampu menentukan aturan global secara sepihak. Ia menilai tatanan dunia multipolar lebih demokratis karena memberi ruang bagi lebih banyak aktor politik dan ekonomi untuk memengaruhi keputusan.

“Mungkin belum pernah sebelumnya ada begitu banyak negara yang berperan atau berupaya memengaruhi proses regional dan global terpenting,” katanya.

Putin berpendapat bahwa solusi di era tersebut hanya dapat dicapai melalui kesepakatan luas yang dapat diterima mayoritas pihak. Ia juga menilai lembaga internasional yang dipimpin Barat telah “kehilangan makna” dan berubah menjadi “ajang ceramah politik”. Sebaliknya, ia memuji BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) sebagai forum yang menurutnya mencerminkan konsensus nyata.

Putin turut mengecam negara-negara Barat terkait situasi Ukraina. Ia menyalahkan Barat atas berlanjutnya perang di Ukraina, serta menyampaikan pandangannya terkait inisiatif perdamaian di Gaza.