Penghargaan Pulitzer 2026 diumumkan pada Senin (4/5/2026) di New York, memberikan penghormatan kepada 24 pemenang di bidang jurnalisme dan seni. Dewan juri tahun ini menyoroti karya-karya yang mengangkat tema kekuasaan politik, krisis kemanusiaan, serta ketimpangan sosial di berbagai belahan dunia.
Administrator Pulitzer, Marjorie Miller, dalam sambutannya menegaskan bahwa jurnalisme dan karya kreatif tetap bertahan di tengah tekanan politik dan ekonomi yang kian kompleks.
Berikut daftar pemenang Pulitzer 2026 berdasarkan kategori.
Kategori Fiksi
Daniel Kraus meraih penghargaan untuk novel Angel Down, tentang seorang tentara Perang Dunia I yang menemukan malaikat jatuh di medan perang Tanah Tak Bertuan. Novel ini ditulis dalam satu kalimat panjang yang menjadi ciri khas narasinya.
Kategori Drama
Bess Wohl menang untuk naskah Liberation, yang memadukan komedi dan ketulusan dalam menggambarkan gerakan feminis 1970-an serta warisan perjuangan perempuan melalui kisah personal dan historis.
Kategori Sejarah
Jill Lepore meraih penghargaan lewat buku We the People: A History of the U.S. Constitution, yang mengulas sejarah Konstitusi Amerika Serikat, termasuk upaya amandemen yang gagal dan suara kelompok-kelompok terpinggirkan.
Kategori Biografi
Amanda Vaill menang melalui Pride and Pleasure: The Schuyler Sisters in an Age of Revolution, yang mengangkat kisah dua saudari dari keluarga Schuyler yang berpengaruh pada era Revolusi Amerika.
Kategori Memoar atau Otobiografi
Yiyun Li meraih penghargaan untuk memoar Things in Nature Merely Grow, yang menceritakan kehilangan dua putra penulis akibat bunuh diri, sekaligus refleksi tentang duka dan ketahanan hidup.
Kategori Puisi
Juliana Spahr menang lewat Ars Poeticas, kumpulan puisi yang mengeksplorasi hubungan antara pengalaman pribadi, seni, komunitas, dan politik.
Kategori Nonfiksi Umum
Brian Goldstone meraih penghargaan untuk There Is No Place for Us: Working and Homeless in America, yang menyoroti krisis tunawisma di kalangan pekerja miskin di Amerika Serikat.
Kategori Musik
Gabriela Lena Frank menang untuk karya simfoni Picaflor: A Future Myth, yang terinspirasi dari kebakaran hutan di California dan legenda Andes, menggambarkan perjuangan seekor burung kolibri menghadapi kehancuran alam.
Jurnalisme: Pelaporan Berita Terkini
Staf The Minnesota Star Tribune meraih Pulitzer atas liputan penembakan di sebuah sekolah Katolik saat misa kembali ke sekolah, yang menewaskan dua anak dan melukai 17 orang lainnya.
Jurnalisme: Pelaporan Investigatif
Staf The New York Times menang atas investigasi dugaan pelanggaran konflik kepentingan oleh Presiden Donald Trump, termasuk penggunaan jabatan untuk keuntungan keluarga dan sekutu.
Jurnalisme: Pelaporan Penjelasan
Susie Neilson, Megan Fan Munce, dan Sara DiNatale dari San Francisco Chronicle meraih penghargaan untuk seri Burned, yang mengungkap kegagalan sistem asuransi dalam menangani korban kebakaran di California.
Jurnalisme: Pelaporan Khusus
Jeff Horwitz dan Engen Tham dari Reuters menang atas investigasi terhadap Meta terkait potensi penyalahgunaan kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap pengguna, termasuk anak-anak.
Jurnalisme: Pelaporan Lokal
Dua tim meraih penghargaan: Dave Altimari dan Ginny Monk dari The Connecticut Mirror bersama Sophie Chou dan Haru Coryne dari ProPublica atas investigasi praktik penarikan kendaraan yang merugikan konsumen; serta staf The Chicago Tribune atas liputan operasi imigrasi ICE di Chicago yang memicu reaksi luas masyarakat.
Jurnalisme: Pelaporan Nasional
Staf Reuters—Ned Parker, Linda So, Peter Eisler, dan Mike Spector—memenangi kategori ini lewat laporan mengenai penggunaan kekuasaan eksekutif untuk memperluas pengaruh politik dan membalas lawan.
Jurnalisme: Pelaporan Internasional
Dake Kang, Garance Burke, Byron Tau, Aniruddha Ghosal, dan Yael Grauer dari Associated Press menang atas investigasi global tentang teknologi pengawasan massal yang dikembangkan di Silicon Valley dan China.
Jurnalisme: Penulisan Artikel
Aaron Parsley dari Texas Monthly meraih penghargaan melalui kisah pribadi tentang bertahan hidup setelah banjir besar di Texas Tengah yang merenggut anggota keluarganya.
Jurnalisme: Kritik
Mark Lamster dari The Dallas Morning News menang berkat kritik arsitektur yang tajam dan berbasis riset mendalam.
Jurnalisme: Opini
M. Gessen dari The New York Times meraih Pulitzer atas esai yang membahas kebangkitan rezim otoriter melalui pengalaman pribadi dan sejarah.
Jurnalisme: Pelaporan dan Komentar Bergambar
Anand RK, Suparna Sharma, dan Natalie Obiko Pearson dari Bloomberg menang untuk trAPPed, karya yang menggabungkan visual dan teks mengenai pengawasan digital terhadap seorang ahli saraf di India.
Fotografi Berita
Saher Alghorra, kontributor The New York Times, meraih penghargaan atas dokumentasi visual perang di Gaza yang menampilkan kehancuran dan kelaparan.
Fotografi Fitur
Jahi Chikwendiu dari The Washington Post menang lewat esai foto tentang pasangan muda yang menghadapi kelahiran anak di tengah penyakit terminal sang ayah.
Pelaporan Audio
Staf podcast Pablo Torre Finds Out meraih penghargaan atas investigasi dugaan pelanggaran aturan NBA oleh Los Angeles Clippers melalui skema pembayaran terselubung kepada pemain.
Pelayanan Publik
The Washington Post memenangi kategori ini berkat liputan mendalam mengenai reformasi lembaga federal di era pemerintahan Trump dan dampaknya terhadap masyarakat.
Penghargaan Khusus
Julie K. Brown dari Miami Herald menerima penghargaan khusus atas investigasi tahun 2017–2018 yang mengungkap kasus pelecehan seksual Jeffrey Epstein serta jaringan perlindungan di sekitarnya.