Presiden Prabowo Subianto menyinggung wacana pemotongan gaji anggota kabinet dan anggota DPR sebagai respons terhadap situasi global, terutama konflik di Timur Tengah. Ia menyampaikan hal itu dengan membandingkan sejumlah kebijakan penghematan yang dilakukan Pakistan.
Prabowo mengatakan langkah Pakistan tersebut ia sampaikan semata sebagai perbandingan. “Langkah Pakistan, ini hanya sebagai perbandingan jadi mereka menganggap ini sudah kritis,” kata Prabowo, dikutip dari Antara, Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut Prabowo, Pakistan menerapkan sejumlah kebijakan, antara lain pelaksanaan kerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk sektor pemerintah dan swasta. Selain itu, hari kerja disebut dipangkas menjadi empat hari.
Prabowo juga menyebut Pakistan melakukan pemotongan gaji bagi anggota kabinet dan anggota dewan. Ia mengatakan dana dari pengurangan gaji itu dikumpulkan untuk membantu kelompok rentan. “Kemudian mereka mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR. Pengurangan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah,” ujarnya.
Selain itu, Prabowo menyampaikan Pakistan memangkas ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kementerian dan mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah tidak digunakan setiap saat. Pakistan juga disebut menghentikan belanja pendingin ruangan (AC), kendaraan, dan mebel di seluruh lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan.
Prabowo menambahkan, Pakistan juga menghentikan belanja kunjungan luar negeri serta mengurangi belanja untuk penyelenggaraan acara.
Meski demikian, Prabowo menegaskan berbagai kebijakan tersebut ia sampaikan sebagai contoh. Ia meminta jajarannya mengkaji langkah-langkah yang dilakukan Pakistan dan mempertimbangkan penerapannya di Indonesia sebagai bagian dari upaya penghematan.
“Ini hanya contoh, maksud saya ini ada beberapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan,” kata Prabowo.

