Presiden Prabowo Subianto menyatakan ketahanan pangan Indonesia berada dalam kondisi aman meskipun situasi global tengah diwarnai krisis dan konflik. Pernyataan itu disampaikan Prabowo melalui konferensi video yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/3) sore.
Dalam keterangannya, Prabowo menilai Indonesia setidaknya dapat menjaga keamanan pasokan pangan di tengah potensi kesulitan yang dialami banyak negara lain. “Apa pun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan kondisi tersebut didukung oleh upaya swasembada pangan yang telah ia perjuangkan selama bertahun-tahun. Ia menyebut Indonesia saat ini telah berhasil mencapai swasembada beras, serta menargetkan pemenuhan kebutuhan protein dalam negeri.
Menurut Prabowo, ketahanan pangan yang kuat menjadi penting di tengah gejolak global, termasuk ketika terjadi konflik dan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dapat berdampak pada harga pangan. Ia menyampaikan, “Dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita swasembada hampir kita capai swasembada pangan. Kita sudah sampai swasembada beras di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita.”
Selain sektor pangan, Prabowo juga menyinggung upaya pemerintah mendorong swasembada energi. Ia menyatakan kebutuhan BBM ke depan diharapkan tidak lagi bergantung pada impor, melainkan dapat dipenuhi dari sumber energi dalam negeri.

