Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tetap stabil dan aman di tengah gejolak krisis global. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam peringatan May Day 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti situasi dunia yang menurutnya sedang diliputi ketidakpastian. Ia mengatakan sejumlah negara besar mulai mengalami kepanikan akibat krisis pangan dan energi, sementara Indonesia dinilai masih mampu menjaga ketahanan nasional.
“Saudara-saudara perhatikan seluruh dunia dalam keadaan krisis. Banyak negara sudah panik. Kita masih aman,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai kedaulatan pangan. Menurutnya, capaian tersebut akan diikuti dengan target kemandirian energi, khususnya swasembada bahan bakar minyak (BBM), yang diklaim dapat tercapai dalam waktu dekat.
“Kita swasembada pangan, pangan kita aman. BBM kita masih aman. Berapa tahun lagi kita, tidak lama lagi kita akan swasembada BBM, swasembada energi saudara-saudara,” kata Prabowo.
Target swasembada BBM disebut menjadi bagian dari visi pemerintahannya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi asing. Prabowo menegaskan, meski kondisi BBM saat ini masih aman, pemerintah menargetkan kemandirian penuh di sektor energi.
Ia menilai swasembada energi diharapkan dapat membantu menstabilkan biaya produksi industri. Dampaknya, menurut Prabowo, dapat berujung pada peningkatan kesejahteraan pekerja serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.